Connect with us

Tajuk Tamu

Ini Harapan GMKI Kepada Olly-Steven Periode II

Published

on

TUBERSMEDIA.com — Presiden RI, Joko Widodo, di Istana Negara, Senin (15/2/2021) lalu, melantik Olly Dondokambey-Steven Kandouw, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut).

Banyak harapan kembali dipercayakan masyarakat kepada kedua pasangan yang tetap mesra sejak periode I (2016-2021). termasuk harapan dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah Sulut dan Gorontalo.

Melalui, Kordinator Wilayah, Grandy Tangkuman, GMKI berharap, Olly-Steven agar lebih lagi memperhatikan dunia pendidikan.

“Terlebih kan saat ini masa pandemi. Kiranya ada evaluasi dari Pemerintah untuk kembali mengkaji kebijakan daring dan luring. Apalagi bagi kawan-kawan yang sulit terkangkau signal,” ujarnya.

Ia menjelaskan jangan pada akhirnya sistem pendidikan yang sudah menggunakan teknologi malah menghalangi yang lain untuk mendapat didikan yang baik.

“Kan pendidikan itu, tentang didik bukan hanya terima materi saja,” ujarnya.

Kemudian, harapannya lagi, terkait nilai budaya yang harus benar-benar kembali menajadi jiwa di dunia pendidikan.

“Nilai budaya Keminahasaan dan Keindonesiaan, harus benar-benar kembali ditanamkan. Agar Sulut tidak hanya maju pada infrastrukturnya, namun maju juga moral anak bangsanya,” kata Grandy, lulusan Unima tersebut.

Yang terakhir, Tangkuman menambahkan, kiranya akses mendapatkan lapangan kerja semakin luas dan adanya pelatihan-pelatihan non-akademik lagi.

“Dari pusat beberapa waktu lalu ada yang namanya Pra Kerja. Nah kiranya juga dari Sulut ada, bagi mereka yang tidak terdaftar di Pra Kerja. Agar semua mendapat kesempatan yang sama di masa Pandemi ini,” katanya sambil menambahkan selamat bertugas kembali Olly-Steven.

(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tajuk Tamu

Ferry Liando: SHS Menduniakan AIPI

Published

on

By

Ferry Liando, almarhum Sinyo Sarundajang,  Alfitra Salmm (foto: Dokumen Ferry Liando)

TUBERSMEDIA.com — Almarhum Dr Sinyo Harry Sarundajang, pernah sukses membawa Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) mendunia.

Hal ini dikatakan, Ferry Liando, kepada Tubersmedia.com, melalui pesan singkatnya, Rabu (17/2/2021).

Pasalnya, mantan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) 2 periode ini (2005 – 2015) ini, saat menjabat Ketua Umum AIPI, sukses menggelar Internasional Forum General Conference, The 19th, Association of Asian Social Science Research Councils (AASSREC), pada 17-19 Oktober 2011.

Yang mengangkat tema “Evolving Transnationalism: Challenges and Social Science Perspectives”, merupakan hasil kerjasama AASSCREC, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan juga AIPI.

“Dari kegiatan itu menjadikan AIPI makin di kenal oleh bangsa-bangsa lain” kenang Liando.

Liando, yang juga merupakan Wakil Sekjen Pengurus Pusat AIPI, menambahkan, sebelum dijabat Sarundajang, organisiasi ini pernah dipimpin oleh Dr Alfian, Prof Dr Nazarudin Syamsuddin dan Prof Dr Ryas Rasyid.

Di Indonesia sendiri, AIPI menjadi peletak dasar dan peta jalan pembangunan politik baik dalam bentuk kebijakan-kebiajkan negara maupun penguatan kurikulum ilmu politik di Perguruan Tinggi.

“Masing-masing Ketua Umum memiliki karakter tersendiri dan memiliki prestasi khusus. Namun dalam kepemimpinan Pak Sarundajang lah, menjadikan AIPI dikenal dunia,” ujar Liando.

Pretasi yang luar biasa ini dilanjutkan oleh penggantinya, Ketua Umum Dr Alfitra Salamm, dan Sekejen Bernard Sutrisno (saat ini menjabat sebagai Sekjen KPU RI).

Dibawah kepemimpinan Salamm (saat ini sebagai anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI), berhasil menkonsolidasikan kembali pengurus cabang AIPI yang pasif dalam melaksanakan kegiatan.

“Salah satu daerah yang aktivitas AIPInya paling aktif adalah pengurus cabang Manado yang saat ini diketuai oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw,” kata Liando.

AIPI sendiri adalah lembaga profesi tempat berhimpunnya para sarjana ilmu politik se Indonesia.

Diketahui pula, SHS pernah menjabat Ketua Umum AIPI selama 2 periode, dari tahun 2008-2011, dan tahun 2011-2015.

(Red)

Continue Reading

Nasional

Mengenang Sinyo Sarundajang, Pemimpin Paripurna

Published

on

By

Tubersmedia.com – Dr Sinyo Hari Sarundajang, begitulah namanya. Nama yang sangat popular dan fenomenal, baik di masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), Minahasa, maupun di tingkat Nasional dan Internasional.

“Sudah banyak orang yang mengulas siapa Sinyo Sarundajang. Apa sepak terjangnya. Apa legacy nya,” ujar, Jefferson Rumajar, Minggu (14/2/2021), melalui suratnya dari Bandung.

Jefferson Rumajar menambahkan, semua itu lahir dari pengalaman pribadi, masing-masing orang yang mengenal beliau.

“Seiring dengan berjalannya waktu nama Sinyo Sarundajang selalu hadir mewarnai belantika politik kemasyarakatan di Sulut bahkan di Indonesia,” ujar Epe sapaan akrabnya.

Bagi Jefferson, dirinya cukup mengenal beliau, karena pernah merasakan bagaiman menjadi mitra, bahkan senior dalam politik pemerintahan di Sulut,”

Lanjutnya, pada periode 2005-2010, Sinyo Sarundajang menjabat Gubernur Sulawesi Utara, periode itu juga dirinya menjabat Wali Kota Tomohon.

“Banyak hal tentunya yang kami alami dalam berinteraksi dengan beliau. Banyak suka duka nya. Walaupun dengan kondisi bagaimanpun saya tetap anggap beliau sebagai orang tua saya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, walaupun sering berbeda sikap dan pandangan, tapi dirinya tetap menganggap Sarundajang sebagai orang tua dan senior terus memberikan nasihat dan arahan, aplagian masih memiliki garis keturunan yang sama dari marga Wenas.

“Bagi saya Bapak Sinyo Sarundajang adalah pemimpin (leader) yang paripurna. Kenapa? Karena beliau itu menjadi pemimpin dibentuk oleh lingkungan yg alamiah,” tukasnya.

Epe menjelaskan lagi, Sarundajang sejak anak muda sudah menjadi birokrat, mngikuti jejak ayahnya, bahkan iq meninggalkan dunia masih sebagai abdi negara, yaitu Dubes Indonesia untuk Filipina.

“Sepanjang hidup, jiwa dan rohnya, dia serahkan untuk negara. Seperti tidak ada kata pensiun untuk seorang Sinyo Hari Sarundajang,” lanjutnya.

Tambahnya, beliau seharusnya bisa menikmati masa pensiun, dengan menikmati hari tua dengan tenang, tapi jalan itu tidak diambilnya.

“Beliau masih memberi diri untuk mengabdi bagi bangsa dan negara lagi di usia Senja. Luar bisa dedikasi dan pengabdian beliau. Saya rasa jarang ada anak bangsa yg memiliki komitmen seperti beliau,” ujarnya.

Lanjut Epe, Sinyo Hari Sarundajang atau lebih akrab orang Sulut memanggilnya SHS, sudah meninggalkan semua.

“Sudah menuju sang khalik, Tuhan yang Maha Kuasa. Kepergian beliau tentunya semua kita merasa kehilangan, terutama keluarga. Tapi bagi orang Kristen. Ini merupakan dari peristiwa iman, yang sudah menjadi otoritas Tuhan dan ini bagian dari rencana Tuhan,” ujarnya.

Epe pun mengajak untuk mendoakan agar perjalanan almarhum menghadap Tuhan yang Maha kuasa mendapatkan tempat yg terbaik.

“Bagi keluarga yang ditinggalkan tetap di Berikan kekuatan untuk melanjutkan perjalanan hidup,” katanya.

Bagi Epe juga, semua kebaikan dan legacy yang ditinggalkan oleh Sarundajang, akan menjadi Catatan dengan tinta emas bagi generasi penerus.

“Untuk didharma baktikan bagi bangsa Indonesia, teristimewa Sulawesi Utara . Selamat jalan Pak Sinyo Hari Sarundajang . Tuhan Yesus memberkati,” tandasnya.

(***/Red)

Continue Reading

Trending