Manado, tubersmedia.com – Sebanyak 774 mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti Sidang Senat Terbuka di Auditorium Unsrat, Senin (20/4/2026). Wisuda kali ini menjadi momen penting, bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang penuh tantangan.
Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, M.Eng, IPU, ASEAN Eng, dalam sambutannya mengingatkan bahwa gelar akademik yang diraih baru sekadar permulaan. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana ilmu itu diaplikasikan di tengah masyarakat.
“Hari ini adalah momentum penting. Bukan sekadar penanda berakhirnya pendidikan formal, melainkan titik awal memasuki babak baru kehidupan yang penuh tantangan,” ujar Prof. Berty.

Ia juga mengajak para wisudawan memegang teguh filosofi pahlawan nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan orang lain).
Rektor berharap lulusan Unsrat mampu mengimplementasikan semangat itu dalam memperkuat keadilan sosial dan membangun peradaban.
“Jadilah yang menciptakan peluang, beranilah berinovasi untuk menjawab kebutuhan zaman,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan pesan khusus kepada para lulusan.
Di tengah era perubahan dan dinamika yang cepat, ia mengingatkan bahwa generasi muda harus mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memiliki kreativitas tinggi.
“Perkembangan teknologi, persaingan global, serta berbagai persoalan sosial menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi dengan cepat, berpikir kritis, serta memiliki kreativitas yang tinggi. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar. Teruslah mengasah kemampuan, memperluas jaringan, dan membuka diri terhadap berbagai peluang yang ada,” ujar Victor Mailangkay.
Ia menegaskan, lulusan Unsrat dipersiapkan untuk menjadi akademisi, birokrat, wirausahawan, hingga pemimpin di berbagai sektor. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kata dia, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan, inovasi, dan kemitraan.
“Kami percaya bahwa lulusan perguruan tinggi, termasuk dari Universitas Sam Ratulangi, memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Wakil Gubernur Victor Mailangkay juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi kunci pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sinergi inilah yang akan membawa daerah kita menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berpesan kepada para wisudawan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi seberapa besar dampak positif yang bisa diberikan kepada orang lain.
“Jadilah pribadi yang tidak hanya mencari peluang, tetapi juga mampu menciptakan peluang. Jadilah generasi yang tidak hanya mengikuti arus, tetapi juga mampu memberi arah,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengibaratkan masa depan sebagai perjalanan panjang layaknya menapaki jalan di pegunungan. Akan ada tanjakan yang melelahkan, jalan berliku, bahkan kabut yang menghalangi pandangan.
“Namun, dengan tekad yang kuat, keyakinan, dan bekal ilmu yang saudara miliki, setiap langkah akan membawa Saudara semakin dekat pada puncak keberhasilan. Teruslah melangkah dengan optimisme, karena di balik setiap perjuangan, selalu ada pemandangan indah yang menanti di puncak perjalanan,” tutup Victor Mailangkay.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Unsrat, para dosen, serta keluarga wisudawan.
Sebanyak 774 lulusan dinyatakan sah menyandang gelar baru mereka. Pemerintah provinsi berharap para sarjana ini dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi Sulawesi Utara dan Indonesia. (jud)
