Manado, tubersmedia.com – Ada momen menarik saat Ketua Pansus DPRD Sulut, Rasky Mokodompit, membacakan rekomendasi atas LKPJ Gubernur Tahun 2025 di Gedung Cengkih, Kamis (23/04/2026). Di tengah penyampaian laporan yang biasanya formal, Rasky mendadak “melempar” sentilan halus tapi menohok yang ditujukan langsung ke jajaran Kepala SKPD Pemprov Sulut.

Rasky secara terang-terangan mengingatkan para kepala SKPD yang terindikasi memiliki gaya pemimpin tertinggi dan cenderung mengambil keputusan sendiri.
Ia pun meminjam pesan legendaris dari mantan Gubernur almarhum Sinyo Harry Sarundajang (SHS), sebagai bahan refleksi.
“Ada pesan dari pemimpin-pemimpin terdahulu seperti Bapak Sarundajang, mengatakan begini : Mari kita berpikir seperti seorang pemimpin, tapi jangan pernah bertindak sebagai pemimpin,” tegas Rasky di hadapan forum Rapat Paripurna.
Sentilan ini seolah menjadi pengingat bagi para Kepala SKPD yang selama ini dinilai terlalu asyik mengambil keputusan sendiri tanpa koordinasi yang jelas.
Rasky menegaskan bahwa secara struktural, “nakhoda” utama di Sulawesi Utara tetaplah Gubernur.
“Kita harus tahu bahwa kepala atau pemimpin di pemerintahan daerah Provinsi Sulawesi Utara adalah Bapak Gubernur, Bapak Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E.,” tambahnya lagi.
Meski begitu, Rasky tetap mendorong para kepala perangkat daerah ini untuk terus berinovasi dan bekerja maksimal. Namun, inovasi tersebut harus tetap dalam koridornya.
“​Saya dan Pansus mengajak kepada seluruh kepala perangkat daerah: berinovasi, melakukan yang terbaik, berpikirlah seperti pemimpin, tapi jangan pernah bertindak sebagai pemimpin,” ulang Rasky ketika memulai penyampaian laporannya.
Selain sentilan soal gaya kepemimpinan, Pansus juga mewajibkan Pemprov Sulut untuk menjadikan catatan mereka sebagai “acuan” dalam menyusun APBD Perubahan 2026 dan APBD induk 2027 mendatang.
“Selanjutnya, Pansus mengharapkan agar seluruh catatan dan rekomendasi yang tertuang dalam laporan ini dapat ditindaklanjuti secara serius oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara yang kita cintai,” tutup politisi partai Golkar itu. (jud)
