Bitung-Tubersmedia.com
Pesan tegas datang dari Pemerintah Kota Bitung. Lewat sambutan Wali Kota Hengky Honandar yang dibacakan Kepala BKPSDMD, transformasi birokrasi ditegaskan bukan lagi wacana, melainkan keharusan yang tak bisa ditunda.
Arah baru birokrasi di Kota Bitung mulai ditegaskan secara serius. Pemerintah Kota Bitung menggelar Sosialisasi Program Microskill dan Government Transformation Academy di Ruang Sarundajang, Rabu (29/4/2026), sebagai bagian dari upaya mempercepat peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).
Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar forum sosialisasi. Ia menjadi penegasan sikap pemerintah daerah bahwa perubahan cara kerja birokrasi harus segera dilakukan di tengah tekanan zaman yang semakin cepat, digital, dan kompetitif.
Sambutan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, yang dibacakan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Bapak Give Mose, M.Si., menegaskan urgensi perubahan dalam tubuh birokrasi. Dalam sambutan tersebut, Wali Kota menekankan bahwa pola kerja lama tidak lagi relevan untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat saat ini yang semakin dinamis,Penegasan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa ASN di Kota Bitung harus keluar dari zona nyaman.
Pemerintah menilai, di era disrupsi saat ini, aparatur yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal, bahkan menjadi beban dalam sistem pemerintahan.
Lebih jauh, Wali Kota juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya tidak akan memberi dampak maksimal tanpa didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
Program Microskill dan Government Transformation Academy pun diposisikan sebagai instrumen penting dalam membentuk ASN yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki pola pikir adaptif, inovatif, serta mampu bekerja dalam ekosistem digital.
Kepala BKPSDMD, Bapak Give R Mose, Ap. M.Si dalam kesempatan tersebut juga mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar mengikuti kegiatan secara formalitas, tetapi benar-benar memanfaatkan momentum ini sebagai sarana pengembangan diri dan peningkatan kinerja.
“Jangan hanya hadir, tapi tidak berubah. Yang kita butuhkan adalah ASN yang mau belajar, mau berkembang, dan siap menghadapi tantangan baru,” tegasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, dengan keterlibatan aktif dari berbagai perwakilan perangkat daerah. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran yang mulai tumbuh bahwa peningkatan kompetensi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Pemerintah Kota Bitung juga menegaskan pentingnya membangun budaya belajar berkelanjutan di kalangan ASN. Di era digital, perubahan terjadi begitu cepat, sehingga kemampuan untuk terus belajar menjadi satu-satunya cara untuk tetap relevan.
Dengan langkah ini, Pemkot Bitung berharap transformasi birokrasi tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar terwujud dalam perubahan cara kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
(AK)
