Bitung-Tubersmedia.com
Aksi demonstrasi pegawai BUMD di Kantor Perumda Pasar Kota Bitung, Selasa (5/5), berubah panas ketika sejumlah pedagang Pasar Cita dan Gedung BCC meneriaki pendemo dengan sebutan “maling”. Ketegangan ini mencerminkan konflik terbuka antara kelompok pegawai yang memprotes kebijakan direksi dengan pedagang yang justru mendukung perubahan manajemen baru.
Pemandangan menarik terjadi ketika demo buruh mendatangi kantor Perumda Pasar Kota Bitung, dikawasan Gedung BCC pada selasa, 5 Mei Kemarin. Pantauan media dilokasi, pengunjuk rasa dan sejumlah pegawai yang didemosi yang Tengah melakukan aksi, tidak hanya diterima oleh karyawan dan Direksi Perumda Pasar tetapi juga oleh pedagang pengguna Gedung BCC dan Pasar Cita.
Sejumlah pedagang pasar cita yang berada dilokasi kantor Perumda Pasar Bitung Gedung Bitung Creatif Center (BCC), terlihat meluapkan kekesalan mereka kepada beberapa pegawai perumda pasar yang terlibat dalam aksi demonstrasi mengkritik kebijakan Direksi.
Pedagang pasar yang menempati Lokasi BCC dan Pasar Cita Modern meneriakan dukungan kepada Perumda Pasar, dengan Bahasa perlawanan atas aksi Orasi yang dilakukan pimpinan masa pendemo hanya hanya berjumlah belasan orang. Pedagang mengaku Bahagia dan senang atas sejumlah perubahan yang sudah dilaksanakan kepemimpinan baru Perusahaan, sejak Hengky Honandar dan Randito Maringka Berkuasa, sejak medio July 2025.
“ apa lagi dorang pe mau ini. So betul diganti karena dulu mereka biang kerok kerugian kepada ratusan pedagang pasar” Ujar seorang pedagang Perempuan ditengah kerumunan massa.
“ Dulu mereka menagih dengan jutaan rupiah untuk masuk ke pasar cita dan BCC, kebijakan sekarang hanya 50 ribu rupiah per kios. Ini merupakan kebijakan yang baik “ Ungkap pedagang yang Namanya enggan dikorankan.
Sejumlah pedagang bahkan meneriakkan kata “Papancuri” kearah pendemo yang ditujukan kepada beberapa oknum pegawai Perumda yang terlibat aksi demonstrasi, dan menamakan diri mereka Federasi Serikat Buruh Makanan, Minuman, Pariwisata, Restoran, Hotel dan Tembakau Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB KAMIPHARMO KSBSI) Kota Bitung.
Sontak teriakan Papacuri tersebut direspon ketua DPC FSB KAMIPHARMO KSBSI Kota Bitung Rusdi Makahinda S. AB. Sebelum meninggalkan Lokasi pria yang akrab disebut pena Rusdi tersebut, menyebutkan akan mencari bukti pedagang yang meneriakan kata tersebut kepada masa demonstran.
Disisi lain dalam orasinya didepan kantor Perumda Pasar, Rusdi Makahinda menyampaikan pernyataan keras atas demosi dan pembayaran gaji kepada karyawan Perumda Pasar yang menjadi anggota serikatnya. Pada saat itu, Makahinda bahkan menyebut proses demosi itu adalah Tindakan “Menajemen Babi” yang dilakukan tanpa dasar aturan yang benar.
“Masa seorang Dewi Mamonto digantikan oleh Rahmat Alo Pulukadang sebagai kepala bidang. Ini jelas menajemen Babi, yang diterapkan Direksi Perusahaan yang berstatus pelaksana tugas” Ungkap Makahinda.
Sementara itu, menanggapi pernyataan aksi dari para demonstran, ketiga Direksi menyampaikan sambutan positif dan menerima sejumlah penyataan yang menjadi aspirasi. Direktur Administrasi Umum dan Keuangan Ronny Boham S.Sos menanggapinya dengan normatif. Kepada pendemo Boham menyampaikan apresiasi dan respon positif aksi, sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Kami pimpinan Perusahaan yang dipercayakan mengurus BUMD Pasar menyampaikan respon positif atas aspirasi yang disampaikan teman2. Karena penyampaikan pendapat dimuka umum juga dilindungi oleh aturan” Tegas Boham.
Mantan anggota DPRD Kota Bitung dua periode tersebut, mengingatkan juga kepada pedagang yang bersama-sama menerima aksi buruh, untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif, jangan sampai ada Tindakan anarkis apalagi terjadi tindak criminal. Dia juga secara tegas mengapresiasi kehadiran aparat keamanan dilokasi pasar, yang telah menjaga dan mengawal masa aksi sehingga bisa menjalankan agendanya dengan baik.
(AK)
