Manado, tubersmedia.com – Penghargaan sebagai provinsi terbaik se-Sulawesi dalam kategori penanggulangan stunting dan kemiskinan yang diterima Gubernur Yulius Selvanus di Kendari pada 29 Mei 2026 ternyata tidak lepas dari kerja panjang Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara.
Di bawah kepemimpinan Ketua TP-PKK Sulut, Anik Yulius Selvanus, organisasi ini menjalankan berbagai program hingga ke tingkat keluarga.
Pendekatan yang dilakukan PKK Sulut tidak hanya berfokus pada balita yang mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi juga mengubah pola pikir keluarga.
Edukasi menyasar kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, serta pentingnya pola asuh dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Berbagai kegiatan digencarkan: Pemilihan Duta Stunting Sulut untuk meningkatkan kesadaran publik, Bimbingan Teknis Posyandu Remaja, serta Temu Kader dan Rapat Kerja Daerah PKK sebagai sarana penguatan kapasitas kader di lapangan.
Peran kader PKK menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kunjungan rumah, pendampingan, dan edukasi berkelanjutan, mereka memastikan program tepat sasaran.
Pada sisi pengentasan kemiskinan, TP-PKK Sulut mendorong peningkatan kapasitas ekonomi rumah tangga lewat pelatihan keterampilan, pemberdayaan, dan penguatan usaha ekonomi keluarga. Ketika inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok melanda, Gerakan Pangan Murah yang digelar di berbagai wilayah turut menjaga daya beli masyarakat.
Penghargaan yang diterima Sulut tidak hanya membawa piala, tetapi juga insentif fiskal Rp3 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.
Penilaian kategori ini mengukur kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, serta inovasi yang berdampak nyata, dengan seluruh indikator mengacu pada data terbuka BPS.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya di Kendari menegaskan bahwa apresiasi diberikan kepada daerah dengan kinerja terbaik dalam empat bidang krusial, termasuk penanggulangan kemiskinan dan stunting.
“Penghargaan ini kami berikan untuk mengapresiasi kepala daerah,” ujarnya.
Di balik statistik dan seremonial, ribuan kader PKK bekerja setiap hari di desa dan kelurahan. Mulai dari ruang posyandu, pertemuan kader, hingga aktivitas pemberdayaan – semuanya membangun fondasi kesejahteraan berkelanjutan.
Nama mereka mungkin tak selalu tercatat dalam laporan, namun kerja-kerja pendampingan itu menjadi bagian penting dari perubahan yang kini dirasakan masyarakat Sulawesi Utara.
