Manado – Program makanan bergizi gratis di Manado diminta adanya penambahan anggaran.
Anggaran yang dialokasikan di APBD 2025 tergolong minim, hanya Rp1 miliar.
Hal ini membuat anggota DPRD Manado, Mona Kloer, angkat bicara. Kamis, (09/01/2024).
“Anggaran yang ada saat ini tidak cukup untuk menjalankan program ini dengan baik,” tegas Mona.
Mona Kloer, legislator dari partai Gerindra, menilai anggaran Rp 1 miliar jauh di bawah kebutuhan.
Ia mendesak Pemkot Manado untuk menambah dana program ini agar dapat berjalan lancar.
“Kami meminta Pemkot untuk segera menambah anggaran agar program makan gratis dapat dijalankan secara maksimal,” ungkap Mona.
Mona juga menekankan perlunya koordinasi yang kuat dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan pemahaman teknis dan dukungan yang lebih baik.
“Sinergi dengan pusat sangat penting untuk memastikan program ini berjalan sesuai dengan target,” tambah Mona.
Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemkot Manado, Bart Assa, mengakui bahwa anggaran yang dialokasikan memang terbilang kecil.
“Memang anggarannya masih minim, namun kami masih menunggu juknis untuk pelaksanaan program,” ujar Bart.
Bart Assa menambahkan, jika juknis turun, pihaknya akan segera merefocusing anggaran ke program makan bergizi gratis.
Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot untuk mendukung program ini, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
Nasib program makan gratis di Manado kini berada di ujung tanduk.
Apakah Pemkot Manado akan segera menambah anggaran? Atau program ini akan terhenti sebelum benar-benar bermanfaat bagi masyarakat? Pertanyaan ini masih menjadi tanda tanya besar. (Will)
