DPRD dan Pemprov Sulut Ajak Masyarakat Bersinergi Jaga Stabilitas dan Kerukunan
TUBERSMEDIA.COM – Momentum Hari Ulang Tahun ke-61 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (23/9/2025) menjadi ajang refleksi dan penyampaian harapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari anggota DPRD Sulut, Lucky Schram, yang menekankan sejumlah isu strategis bagi pembangunan daerah.
Lucky berharap agar di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, arah pembangunan ekonomi semakin kokoh.
“Kita harapkan supaya pertumbuhan ekonomi di Sulut tetap membaik di era kepemimpinan Gubernur YSK dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Selain ekonomi, Lucky juga menyoroti persoalan tenaga kerja. Menurutnya, tingkat pengangguran harus ditekan agar masyarakat tidak lagi terpaksa mencari pekerjaan hingga ke luar negeri.
“Begitu juga dengan tingkat pengangguran di Sulut bisa teratasi dengan baik, sehingga tidak lagi ada yang berangkat ke Kamboja atau Vietnam. Semua harus bisa teratasi di sini,” tegasnya.
Isu inflasi juga menjadi perhatian. Lucky mengingatkan agar pemerintah serius menjaga stabilitas harga, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Untuk tingkat inflasi di Sulawesi Utara, apalagi kalau sudah mendekati Desember, Natal begini, itu harus dijaga jangan sampai terlalu tinggi inflasinya,” ucapnya.
Ia juga menambahkan pentingnya menjaga keamanan daerah. Menurutnya, kerja sama pemerintah dan aparat keamanan harus terus diperkuat demi menciptakan stabilitas sosial.
Sementara itu, Gubernur YSK dalam pidatonya menegaskan bahwa perayaan HUT bukan hanya seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan arah pembangunan. Ia menyoroti capaian penting Sulut pada Semester I/Triwulan II 2025, di mana pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,64 persen year on year, melampaui rata-rata nasional.
Selain itu, angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan, yang menurut YSK merupakan bukti kesejahteraan masyarakat semakin membaik.
“Stabilitas ekonomi ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi hasil dari kerja keras bersama dalam mendorong investasi, memperkuat sektor pariwisata sebagai prime mover, serta membangun infrastruktur berkelanjutan,” jelasnya.
YSK menambahkan bahwa Sulut tidak hanya dikenal dengan kemajuan ekonominya, tetapi juga sebagai ikon toleransi nasional. Beberapa kota di Sulut bahkan masuk dalam daftar kota paling toleran di Indonesia.
“Iklim sosial yang harmonis adalah modal utama untuk mendukung investasi dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam semangat mapalus atau gotong royong.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan semua pihak, dari akademisi, pelaku usaha, TNI-Polri, tokoh agama, hingga masyarakat luas. Bersama-sama, kita bisa menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap kuat, sambil tetap melestarikan langit biru, laut biru, dan daratan hijau Sulut,” tegas YSK.
