TOMOHON, TUBERSMEDIA.COM
Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Wali Kota Caroll Joram Azarias Senduk, SH dan Wakil Wali Kota Sendy Gladys Adolfina Rumajar, SE., M.I.Kom.
Kota Tomohon tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Provinsi Sulawesi Utara, berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.
Capaian ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Hotel Aryaduta Manado, Selasa (7/10/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, dan dihadiri oleh seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Dalam pemaparannya, Wagub Mailangkay menyebutkan bahwa berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Kota Tomohon hanya mencapai 4,86%, menjadikannya yang terendah di antara seluruh daerah di Sulawesi Utara.
Sebagai perbandingan, angka kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara berada di angka 6,71%, sementara Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat memiliki angka kemiskinan tertinggi dengan persentase dua digit.
“Data ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Tomohon berada di jalur yang tepat dalam melaksanakan program-program yang berpihak kepada rakyat,” ujar Mailangkay dalam rapat tersebut.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Gladys Adolfina Rumajar, menyampaikan bahwa prestasi ini menjadi cerminan nyata dari keseimbangan antara pelayanan publik dan peningkatan daya beli masyarakat.
“Capaian ini menjadi alat ukur bagi kami dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan dan daya beli masyarakat lewat program-program yang langsung menyentuh kepentingan rakyat. Kami akan terus mempertahankan dan memperkuat kondisi ini, terutama menghadapi tantangan tahun 2026,” ujar Rumajar.
Ia juga menegaskan bahwa efisiensi dan efektivitas menjadi kunci utama dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD 2026, mengingat adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Pemerintah Kota Tomohon akan terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi warga miskin. Kami berkomitmen menekan angka kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat lewat kebijakan anggaran yang tepat sasaran,” tambahnya.
Sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengentasan Kemiskinan Kota Tomohon, Rumajar menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Tomohon dan masyarakat.
“Walaupun saya menjabat sebagai Ketua Satgas Pengentasan Kemiskinan, prestasi ini tidak terlepas dari kepemimpinan Bapak Wali Kota Caroll Senduk serta kekompakan seluruh perangkat daerah. Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif yang patut kita syukuri bersama,” tutupnya. (***)
