TUBERSMEDIA.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut, Louis Carl Schramm, kembali turun ke daerah pemilihannya di Kelurahan Sumompo, Kota Manado, Selasa (2/12/2025).
Kehadirannya disambut antusias warga yang telah menanti ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang sudah lama mereka rasakan.

Dalam reses tersebut, Louis memilih metode dialog terbuka dan tanya jawab langsung, sehingga tiap keluhan bisa didengarkan tanpa jarak.
“Kita lakukan tanya jawab dan cek langsung lokasi, termasuk bangunan Bapelkes, agar apa yang disampaikan masyarakat benar-benar sesuai kondisi lapangan,” ujar Louis.
Metode ini membuat masyarakat lebih nyaman mengungkapkan beragam permasalahan yang dialami, terutama terkait perumahan, infrastruktur, pendidikan, dan transparansi bantuan sosial.

Temuan utama dalam reses ini adalah masih banyak masyarakat Sumompo yang membutuhkan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta program bedah rumah. Bahkan, ada satu rumah yang menurut warga telah ditinjau dinas terkait, namun hingga kini tidak jelas statusnya.
Louis menegaskan bahwa masalah rumah layak merupakan kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan.
“Aspirasi masyarakat soal rumah ini sangat penting. Kami akan terus dorong pemerintah agar memastikan kejelasan dan pemerataan penerima bantuan,” tegasnya.
Keluhan lain datang dari tiga lingkungan—Lingkungan I, IV, dan V—yang membutuhkan paving jalan. Tak hanya itu, warga juga meminta perhatian terhadap sejumlah talud yang rusak, baik akibat banjir 2023 maupun aktivitas kendaraan berat yang melintas dan mengambil pasir di sungai.
Situasi tersebut dikhawatirkan akan memperburuk risiko bencana dan kemacetan, sehingga warga berharap pemerintah segera turun tangan.

Aspirasi berikutnya berkaitan dengan bantuan sosial seperti BLT, PKH, dan Dana Pintar. Warga merasa masih ada ketidakakuratan pendataan, penerima yang tidak tepat sasaran, hingga siswa yang tidak menerima Dana Pintar meski memenuhi syarat.
Masyarakat juga mengusulkan agar pemerintah membuat platform resmi yang memuat seluruh jenis bantuan dan mekanisme pengajuannya.
“Dengan situs resmi, masyarakat bisa tahu jenis bantuan apa yang ada dan siapa yang berhak. Ini mengurangi kebingungan dan potensi salah sasaran,” ungkap salah satu warga.
Dalam dialog, warga juga mengungkap masih adanya anak putus sekolah karena faktor ekonomi dan kurangnya pendampingan. Mereka berharap ada program pemerintah yang lebih menyentuh keluarga kurang mampu dan mengurangi angka putus sekolah.

Louis merespons hal ini dengan serius, menyebutkan bahwa pendidikan tidak boleh dikesampingkan.
Menutup pertemuan, Louis memastikan semua aspirasi telah dicatat dan akan dibawa dalam rapat-rapat pembahasan bersama pemerintah provinsi.
“Ini bukan hanya soal menyerap aspirasi, tetapi memastikan tindak lanjut yang nyata untuk warga Sumompo,” tandasnya.
Reses ini sekaligus menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus hadir, melihat langsung persoalan masyarakat, dan memperjuangkan kebutuhan mereka.
