TUBERSMEDIA.COM — Reses Persidangan Pertama Tahun 2025 anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Dapil Kota Manado, H. Amir Liputo, SH, kembali mendapat sambutan meriah. Pada Kamis, 4 Desember 2025, legislator vokal yang dikenal dekat dengan masyarakat ini meninjau empat titik reses di Kelurahan Ternate Baru, Banjer, Buha, dan Mapanget.
Amir Liputo, politisi yang dikenal vokal dan berwibawa ini kembali turun langsung menyapa masyarakat. Kunjungannya di empat titik reses Ternate Baru, Banjer, Buha, dan Mapanget—mengundang antusiasme warga yang ingin menyampaikan aspirasi sekaligus melihat langsung sosok legislator humanis yang penuh canda tawa itu.
“Kegiatan ini merupakan Reses Persidangan Pertama Tahun 2025 anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Amir Liputo membuka dialog di hadapan masyarakat. Ia menegaskan bahwa reses adalah momen bagi anggota legislatif untuk meninggalkan kantor dan hadir langsung di tengah masyarakat. “Semua kegiatan reses saya unggah di media sosial, supaya transparan,” tambahnya.
Pantau Pembangunan dan Dorong Laporan Masyarakat
Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Sulut, Liputo menegaskan bahwa setiap masukan warga akan ia bawa ke rapat paripurna untuk memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita bersyukur sebagian besar usulan sudah masuk dalam perencanaan pembangunan Sulawesi Utara,” tegasnya.
Dialog terbuka pun dimulai. Warga menyampaikan berbagai keluhan mulai dari kondisi lingkungan bantaran sungai hingga fasilitas umum yang memerlukan perhatian serius.
Salah satu topik yang mencuat adalah nasib warga yang tinggal di bantaran sungai. Liputo menjelaskan, melalui lobi intensif hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Balai Wilayah Sungai dan Badan Pertanahan Nasional, telah dihasilkan kesepakatan penting: pembiayaan relokasi ke tempat yang lebih aman bagi warga terdampak.
Kesepakatan ini langsung disambut lega warga yang hadir.
Masalah Pekuburan: Warga Minta Penataan Jalan Akses
Seorang warga juga mempertanyakan soal lokasi pekuburan yang akses jalannya sempat bermasalah. Lurah Ternate Baru, Sidik Moha, hadir memberi penjelasan langsung.
Menurutnya, pemagaran yang dilakukan pemerintah bukan tanpa alasan. “Banyak remaja menjadikan tempat itu untuk nongkrong bahkan sempat dilaporkan ada yang menghirup Eha Bond hingga menyebabkan korban meninggal. Karena itu kami ambil langkah konkret untuk memagari area tersebut,” jelasnya.
Warga mengangguk, memahami langkah keamanan yang diambil pemerintah.
Liputo Ajak Warga Jaga Silaturahmi dan Laporkan Masalah BPJS
Mengakhiri dialog, Liputo kembali mengimbau warga memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan pemerintah. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan masalah BPJS kesehatan.
“Silakan WhatsApp saya atau sampaikan ke lurah. Semua aspirasi akan kita tindaklanjuti,” pungkasnya.
