Louis Schramm Terima Aspirasi A3KN pada Aksi Damai Hari Anti Korupsi Sedunia
TUBERSMEDIA.COM — Momentum peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember 2025 menjadi panggung bagi gerakan moral lintas elemen masyarakat di Sulawesi Utara. Ratusan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Anti Korupsi Nasional (A3KN) menggelar aksi damai di Kota Manado dan mendapat respons langsung dari Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Louis Carl Schramm, S.H., M.H.
Aksi yang diikuti kurang lebih 300 peserta ini berlangsung di beberapa titik strategis, mulai dari Pengadilan Negeri Manado, Pengadilan Tinggi Manado, Gedung DPRD Sulut, Kejaksaan Tinggi Sulut, hingga Polda Sulut. Para peserta membawa semangat perlawanan terhadap praktik korupsi dan menyerukan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Saat massa aksi tiba di halaman Gedung DPRD Sulut, legislator Partai Gerindra Louis Schramm keluar menemui langsung para aktivis. Di hadapan peserta aksi, Louis menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan upaya pencegahan korupsi di lembaga legislatif.
“Saya sepakat dengan para pegiat antikorupsi. Transparansi adalah keharusan, dan data-data yang ada di DPRD Sulut terbuka untuk masyarakat,” tegas Louis di tengah kerumunan peserta aksi.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap keberadaan komunitas pegiat antikorupsi yang aktif mengawasi jalannya pemerintahan di Sulawesi Utara.
“Kami sangat mendukung peran para aktivis. Pengawasan publik adalah bagian penting dari pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Aksi A3KN, Maykel Tielung, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk refleksi dan seruan moral pada Hari Anti Korupsi Sedunia. Ia menjelaskan bahwa A3KN merupakan wadah gabungan berbagai elemen, mulai dari LSM, organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, pemuda, hingga simpul-simpul komunitas lainnya dari tingkat nasional hingga lokal.
“Aksi ini adalah bentuk komitmen kami melawan korupsi dan mengingatkan kembali bahwa korupsi adalah musuh bersama. Hari Anti Korupsi Sedunia harus menjadi evaluasi dan penguatan gerakan,” ujar Tielung.
Aksi damai ini berlangsung tertib dan mendapat pengawalan aparat keamanan. Di DPRD, dialog langsung bersama perwakilan legislatif menjadi salah satu poin penting yang memberi ruang bagi aktivis untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
