Sulut, tubersmedia.com – Sejumlah indikator menunjukkan pertumbuhan perekonomian Sulawesi Utara berada dalam tren positif sepanjang 2025. Di tengah tantangan ekonomi global, Sulawesi Utara justru menunjukkan kinerja ekonomi yang solid.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, perekonomian daerah Nyiur Melambai mencatat pertumbuhan yang kuat, disertai perbaikan di sektor ketenagakerjaan serta penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp204,75 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 berada di angka Rp113,66 triliun.
Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh 5,66 persen (c-to-c) dibanding tahun 2024. Dari sisi produksi, Industri Pengolahan menjadi motor utama dengan pertumbuhan tertinggi 9,97 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kinerja ekspor luar negeri melonjak signifikan hingga 28,42 persen, mencerminkan meningkatnya daya saing produk Sulut di pasar global.
Performa ekonomi semakin menguat pada akhir tahun. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,95 persen secara year on year (y-on-y). Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan paling tinggi, mencapai 20,67 persen, seiring kebangkitan sektor pariwisata dan geliat UMKM, khususnya di bidang kuliner.
Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi tumbuh 7,02 persen, didorong lonjakan belanja pemerintah 21,75 persen serta pertumbuhan pesat sektor jasa lainnya 20,61 persen.
Dari sisi ketenagakerjaan, kabar baik juga terlihat. Jumlah angkatan kerja pada November 2025 mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibanding Agustus.
Penduduk bekerja naik menjadi 1,35 juta orang, dengan sektor pengadaan listrik, air, dan gas menyerap tenaga kerja terbanyak.
Porsi pekerja formal juga membaik, kini mencapai 46,93 persen, menandakan kualitas pekerjaan makin stabil.
Yang paling menggembirakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen, atau berkurang 0,21 persen poin. Artinya, makin banyak warga Sulut yang terserap dunia kerja.
Tak hanya pertumbuhan, kesejahteraan sosial juga menunjukkan perbaikan.
Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 6,62 persen, turun 0,09 persen poin dibanding Maret.
Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan turun cukup signifikan menjadi 3,95 persen. Meski begitu, wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan angka 10,11 persen.
Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) turun menjadi 0,341, lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Ini menunjukkan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata.
Berdasarkan ukuran Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen total pengeluaran, sinyal bahwa manfaat pertumbuhan mulai terasa lebih luas dan menandakan distribusi pendapatan yang semakin merata.
Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak cepat berpuas diri.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Forkopimda, sektor swasta, dan masyarakat guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang positif dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara sudah berada di jalur yang baik. Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” tegas Gubernur, Kamis (05/02/2026).
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, peningkatan kesempatan kerja, penurunan kemiskinan, serta ketimpangan yang semakin terkendali, Sulawesi Utara dinilai memiliki fondasi yang kokoh untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
