Amurang, tubersmedia.com – Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur menjadi salah satu lokasi yang rencananya akan dibangun koperasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Minahasa Selatan.
Dari informasinya, Kabupaten Minahasa Selatan sendiri, ada tiga tempat yang terpilih dari lima lokasi yang diusulkan. Di antaranya: Desa Matani yang berada di Kecamatan Tumpaan, serta Kelurahan Lopana dan Kelurahan Ranomea yang kedua-duanya berada di Kecamatan Amurang Timur.
Kepala Kelurahan Ranomea Novke Julenda Pongajow membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan Ranomea menjadi salah satu lokasi yang rencananya akan dibangun program KNMP.
“Di Sulawesi Utara ada 65 lokasi yang akan dibangun program kampung nelayan merah putih. Kabupaten Minsel ada tiga yang terpilih yang dinilai sebagai lokasi trategis untuk program ini, dan salah satunya Kelurahan Ranomea,” ujar Lurah Novke Pongajow saat ditemui di Kantor Kelurahan Ranomea, Jumat (18/04/2026).
Novke mengatakan, sejumlah pihak terkait telah datang melaksanakan peninjauan dan melakukan survei lokasi. Tujuannya untuk melihat kelayakan dan kesiapan pembangunan program tersebut.
“Kemarin dari Kementerian KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) telah datang meninjau bersama stakeholder terkait, serta dari pihak petanahan (ATR/BPN) juga telah datang dan melakukan pengukuran lahan,” ungkap Novke.
Ia mengungkapkan dari hasil survey tersebut dinyatakan bahwa lokasi yang ada di Kelurahan Ranomea dinilai strategis.
Sementara, untuk lahan yang akan dibangun adalah lahan ruas sungai hasil reklamasi pembuatan jembatan jalan boulevard waktu lalu yang kemudian dijadikan tambatan perahu oleh masyarakat dengan hasil swadaya.
Novke bilang, hasil pengukuran lahan dari pihak BPN yang akan dibangun KNMP didapati kurang lebih seluas 1.000 m². Ia menerangkan nantinya dilokasi tersebut akan dibangun sejumlah sarana prasarana seperti dermaga/tambatan perahu, pabrik es, gudang beku (cold storage), tempat pelataran bongkar muat, dan kios perbekalan nelayan, serta fasilitas penunjang lainnya.
“Program ini merupakan program strategis nasional dari Kementerian KKP yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Tentu kami dari Pemerintah Kelurahan yang adalah bagian dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sangat mendukung program ini,” terangnya.
Ia menilai, pembangunan program ini memiliki dampak positif bagi masyarakat karena menurutnya hal tersebut dapat menggerakan roda perekonomian daerah terutama di kelurahan Ranomea.
Meski begitu, ia mengatakan hal ini masih dalam tahap proses perencanaan yang nantinya keputusan final akan dirapat-planokan oleh Tim KKP RI pada 20 April 2026 mendatang untuk menentukan langkah implementasi fisik.
Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat agar sama-sama mendukung program ini. Ia berharap program ini dapat terealisasi dan mendapat dukungan dari semua pihak karena pembangunan ini dapat menggerak perekonomian masyarakat. Selain itu akan menambah infrastruktur dan penataan yang terarah.
“Saya berharap program ini akan terealisasi dengan baik dan ada dukungan dari semua pihak, dari semua elemen masyarakat, bukan hanya masyarakat pesisir. Karena kalau ini terbangun, maka akan menjadi penggerak perekonomian di kampung. ​Kemudian juga akan membantu pembangunan infrastruktur serta penataannya. Karena penataan tambatan perahu di situ terutama akses keluar-masuk perahu sering dikeluhkan nelayan akibat terkendala dengan adanya sedimentasi pasir dari aliran sungai yang menyebabkan kedangkalan. Jadi ada permohonan juga torang ke KKP untuk kalau boleh, torang pe dermaga itu untuk dipindahkan,” kunci Lurah yang berasal Kelurahan Ranomea itu sendiri.

Sebelumnya, tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI telah melakukan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terkait tindak lanjut hasil verifikasi program Kampung Nelayan Merah Putih pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam laporannya, progres pengusulan program ini telah berjalan sejak penyampaian usulan melalui kanal resmi KKP RI pada 17 Oktober 2025.
Hasil survei mendalam ini dijadwalkan akan dibahas dalam rapat pleno oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 20 April 2026 mendatang untuk menentukan langkah implementasi fisik.
Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran perangkat daerah terkait untuk melakukan koordinasi lintas sektor yang lebih intensif. Fokus utama pasca audiensi ini mencakup penyelarasan data teknis dan sinkronisasi rencana aksi guna memastikan seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi secara optimal.
Untuk diketahui, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) adalah program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk mentransformasi desa pesisir menjadi kawasan modern, produktif, dan sejahtera. Program ini berfokus pada pembangunan infrastruktur perikanan terintegrasi, sarana produksi, dan penguatan kelembagaan (koperasi) dengan target 1.100 unit.
Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih adalah lembaga ekonomi produktif terintegrasi yang dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional membangun ekonomi pesisir dan desa dari bawah, sesuai dengan visi misi Presiden Republik Indonesia dalam Asta Cita ke-6 untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan kedaulatan pangan. (jud)
