BITUNG | TUBERSMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menegaskan pembangunan Sulawesi Utara tidak boleh berhenti pada capaian angka. Evaluasi terhadap program dan kebijakan harus terus dilakukan agar pembangunan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Ir. IGN Rudi Theno, saat membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara dalam upacara HUT ke-62 Provinsi Sulut yang dirangkaikan dengan Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Rabu (23/9/2026).
Upacara yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Bitung tersebut diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bitung dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).Dalam sambutannya, Rudi mengatakan peringatan HUT Sulut harus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan selama 62 tahun sekaligus meneguhkan arah pembangunan daerah ke depan.
“Hari ini kita hadir bersama bukan hanya untuk memperingati ulang tahun Provinsi Sulawesi Utara, tetapi untuk mengingat perjalanan panjang yang telah kita lalui dan meneguhkan kembali arah yang hendak kita tuju,” ujarnya.
Ia menyampaikan sejumlah indikator pembangunan Sulut hingga 2026. Pertumbuhan ekonomi hingga akhir semester I tercatat 5,42 persen, IPM mencapai 76,32, angka kemiskinan pada triwulan II sebesar 6,32 persen, sementara inflasi berada di level 2,53 persen.Namun, capaian tersebut disebut bukan alasan untuk berpuas diri.
Pemerintah tetap dituntut melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan kebijakan yang dijalankan semakin efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Evaluasi berkala harus tetap kita lakukan secara jujur dan objektif guna mengidentifikasi program kerja yang masih memerlukan penyempurnaan,” tegas Rudi.
Menurutnya, keberlanjutan program strategis, peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan pertumbuhan ekonomi mandiri harus menjadi bagian dari langkah pembangunan Sulut ke depan.
Di sisi lain, Rudi mengingatkan pentingnya kekuatan sosial masyarakat melalui gotong royong dan semangat mapalus. Pembangunan, katanya, membutuhkan sinergi pemerintah, sektor swasta, akademisi serta masyarakat.
“Untuk mewujudkan lompatan besar tersebut, mari kita senantiasa menjunjung tinggi nilai gotong royong dan terus menghidupkan semangat mapalus sebagai jati diri dan landasan moral kita dalam bekerja membangun daerah,” katanya.
Dengan tema “Sulut Melaju”, peringatan HUT ke-62 diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan usia provinsi, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh elemen daerah untuk melanjutkan pembangunan secara kolaboratif, terukur dan berkelanjutan. (AK)
