TOMOHON, TUBERSMEDIA.COM
Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara (Sulut), Anik Yulius Selvanus terus menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan potensi pariwisata Bumi Nyiur Melambai. Istri Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, ini meyakini pariwisata merupakan pintu emas untuk memperkenalkan budaya serta kearifan lokal Sulut ke dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu destinasi yang menjadi sorotannya adalah Tuur Maasering yang terletak di Kelurahan Kumelembuai Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon
Objek wisata unik di Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur. Berbeda dengan wisata modern pada umumnya, Tuur Maasering menghadirkan suasana alami yang menenangkan dan memanjakan mata.
Menurut Anik, Tuur Maasering adalah contoh nyata bagaimana pariwisata dapat tumbuh selaras dengan budaya dan perekonomian rakyat. Dengan pengelolaan berbasis masyarakat, wisata ini dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, terutama bagi petani lokal.
“Pariwisata seperti Tuur Maasering bukan hanya tempat refreshing, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda untuk mencintai warisan lokal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Sulawesi Utara kaya akan destinasi wisata yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga sarat nilai budaya. Oleh karena itu, ia mendorong agar destinasi berbasis kearifan lokal mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik melalui promosi, pelatihan SDM, hingga pendampingan UMKM di sektor pariwisata.
Setiap akhir pekan, pengunjung Tuur Maasering dapat menikmati live music sambil mencicipi kuliner khas Minahasa dengan latar pemandangan alam yang asri. Kombinasi budaya, kuliner, dan keindahan alam inilah yang membuat Tuur Maasering kini disebut sebagai salah satu destinasi wajib di Tomohon, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui promosi berkelanjutan yang dilakukan Ketua TP PKK Sulut, Tuur Maasering diharapkan semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Utara. Di tempat ini, pengunjung tidak hanya menemukan ketenangan, tetapi juga menyelami jejak kearifan lokal Minahasa yang abadi dan tak lekang oleh waktu. (***)
