MINSEL, TUBERSMEDIA.COM
Setelah belasan tahun redup tanpa gemuruh sorak penonton dan dentuman bola di lapangan, semangat sepak bola di Desa Tumani Raya akhirnya menyala kembali. Desa yang dulunya dikenal sebagai “lumbung talenta sepak bola” di wilayah selatan Minahasa ini kini kembali menjadi sorotan, berkat tangan dingin seorang tokoh muda penuh semangat Ricky Pesik dan kawan-kawan melaksanakan pertandingan sepak bola.
Dahulu, nama Desa Tumani kerap menggema di berbagai turnamen antar desa, tak hanya itu, keseriusan masyarakat desa ini dalam olahraga sepak bola sangat berapi-api dengan beberapa kali melaksanakan turnamen besar di lapangan hijau Tumani beberapa tahun yang lalu, sehingga dari tanah ini juga sempat lahir para pemain yang sukses menembus panggung besar sepak bola daerah, bahkan ikut memberi warna di berbagai pertandingan bergengsi berhadapan dengan pemain-pemain kaliber nasional.
Sampai saat ini eksistensi para pemuda di Tumani masih terus dipertahankan dan aktif berkompetisi di berbagai pertandingan, namun pelaksanaan kegiatan sepak bola di lapangan hijau tumani sempat terhenti begitu lama.
Kini, di bawah inisiatif Ricky Pesik bersama kawan-kawan, sepak bola Tumani Raya seperti lahir kembali dari tidur panjangnya melalui “Damai Cup Tumani Raya”, sebuah turnamen yang tengah bergulir dan langsung menyedot perhatian pecinta bola di Sulawesi Utara terlebih khusus wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.
Ricky bukan nama asing bagi warga Tumani Raya. Ia dikenal sebagai sosok pemuda kreatif yang tak pernah kehabisan ide dalam menggerakkan kegiatan positif bagi generasi muda, terutama di dunia olahraga. Meski berbagai rintangan menghadang, mulai dari pendanaan hingga persiapan teknis, tekadnya tak pernah goyah. Dengan dukungan para pemuda dan masyarakat, kompetisi bergengsi ini akhirnya resmi digelar, menghadirkan deretan tim tangguh, bahkan beberapa di antaranya diperkuat oleh pemain berpengalaman berkelas nasional.
Dalam penyampaiannya, Ricky yang adalah ketua panitia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi.
“Sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, dan membangun kebersamaan. Sesuai dengan nama turnamen ini, Damai Cup, kami berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi nilai persahabatan, bermain dengan fair play, dan menjadikan kompetisi ini sebagai ajang silaturahmi yang membawa kedamaian,” ujar Pesik dengan penuh semangat kepada media ini, Minggu (05/10/2025).
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada sponsor utama, RMX Bold, yang memberikan dukungan penuh demi suksesnya turnamen ini.
“Menang atau kalah hanyalah bagian dari permainan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga semangat sportivitas dan kekompakan sebagai anak muda Tumani Raya,” tambahnya.
Kini, setiap tendangan, setiap sorakan, dan setiap peluit yang terdengar di lapangan Tumani bukan sekadar tanda permainan dimulai — tetapi simbol kebangkitan semangat olahraga dan persatuan di desa yang pernah menjadi legenda sepak bola lokal ini. (Pro)
