BITUNG – Tubersmedia.com
Aparat Kepolisian Resor Bitung berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran antar kelompok pemuda di wilayah Empang dan Sari Kelapa, Kota Bitung, pada Minggu pagi (8/3/2026).
Bentrokan tersebut terjadi di kawasan pertigaan Sari Kelapa–Empang sekitar pukul 07.00 WITA. Peristiwa itu sempat menghebohkan masyarakat setelah rekaman video yang memperlihatkan sekelompok remaja saling menyerang menggunakan batu, katapel, panah wayer, serta berbagai benda lainnya beredar luas di media sosial.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SH, MH mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Polsek Maesa pada Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Kapolres didampingi oleh Kasi Humas Polres Bitung Abdul Natip Anggai, Kapolsek Maesa Ferry F. Padama, serta Kasi Propam Iwan Setiyabudi.Kapolres menjelaskan bahwa dari total 17 orang yang diamankan, tujuh di antaranya berasal dari kelompok pemuda Sari Kelapa dan sepuluh lainnya dari kelompok Empang.

Mayoritas yang terlibat masih berusia remaja, bahkan beberapa di antaranya berumur antara 14 hingga 15 tahun, sementara pelaku tertua berusia sekitar 23 tahun.Selain mengamankan para terduga pelaku, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain potongan seng, selimut yang digulung, serta kawat atau panah wayer.
Menurut Kapolres, aparat kepolisian sebenarnya telah melakukan pengamanan sejak malam hingga pagi hari di lokasi yang sering menjadi titik berkumpulnya kelompok pemuda dari kedua wilayah tersebut. Namun saat terjadi pergantian personel di lapangan, terdapat jeda waktu yang dimanfaatkan oleh para remaja untuk melakukan aksi bentrokan.
“Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Ke depan kemungkinan akan didirikan pos pengamanan di titik tersebut karena lokasi ini sering menjadi tempat berkumpulnya kelompok pemuda dari Empang dan Sari Kelapa,” ujar Kapolres.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan tersebut dipicu oleh persoalan sepele berupa saling ejek di media sosial yang kemudian berkembang menjadi ajakan berkumpul hingga akhirnya berujung pada aksi tawuran.Kapolres menegaskan bahwa upaya penanganan persoalan kenakalan remaja tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata.
Diperlukan peran aktif berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta orang tua dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda.Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar.
“Kami memastikan situasi keamanan di Kota Bitung tetap kondusif. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila melihat potensi kenakalan remaja maupun konflik di lingkungan masing-masing,” pungkas Kapolres.
(AK)
