Bitung — Tubersmedia.com
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menyoroti masih adanya ketimpangan akses perempuan di sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, meski Indeks Pembangunan Gender (IPG) nasional terus meningkat. Hal itu ditegaskannya saat memimpin Upacara Korpri yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini 2026 di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Kamis (23/4/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bitung. Momentum ini menjadi refleksi penting dalam meneguhkan semangat pengabdian serta peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos, Sekretaris Daerah Kota Bitung Ignatius Rudy Theno, ST, MT, MAP, Ketua TP PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh, SE, Sekretaris PKK Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung, unsur Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, serta pejabat struktural lainnya.
Dalam amanatnya, Wali Kota Hengky Honandar membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choirul Fauzi, yang menekankan pentingnya penguatan peran perempuan sebagai pilar pembangunan daerah.
Wali Kota Hengky juga menyoroti bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus terus dijaga dan relevan sebagai kekuatan untuk mendobrak berbagai batasan terhadap peran perempuan di era modern saat ini.
Selain itu, Wali Kota mengungkapkan bahwa meskipun capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) nasional tahun 2024 telah mencapai angka 91,85, tantangan nyata masih dihadapi, terutama terkait ketimpangan akses perempuan terhadap sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Hengky Honandar turut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bitung dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui berbagai program strategis. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan, baik dalam pengambilan kebijakan, penguatan ekonomi keluarga, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Perempuan di Kota Bitung harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi kesenjangan, dan semua perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi,” tegas Hengky.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Upacara ini tidak hanya menjadi agenda rutin Korpri, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pemerintahan yang inklusif, responsif gender, serta berpihak pada kepentingan perempuan dan anak.Kegiatan ditutup dengan penghormatan kepada para pahlawan, khususnya R.A. Kartini, sebagai simbol perjuangan emansipasi perempuan Indonesia yang terus relevan sepanjang masa.
(AK)
