Tomohon, tubersmedia.com – Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Dikbud Expo 2026 sebagai rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Acara ini resmi dibuka oleh Asisten I Pemerintah Kota Tomohon, Oktavianus D. Mandagi, mewakili Wali Kota Caroll J. A. Senduk, di gedung Anugerah Hall di pusat Kota Tomohon, Kamis (21/5/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, expo ini menampilkan berbagai lomba, panen karya, serta stan kreativitas dari satuan pendidikan. Kegiatan juga melibatkan kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara dalam program Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon, Dolfien Karwur, dalam laporannya menjelaskan bahwa berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hardiknas 2026 telah dilakukan bahkan telah berlangsung sejak 4 Mei lalu. Sementara untuk Dikbud Expo 2026 ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Bank Indonesia.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan BI sudah berjalan sejak tahun 2025, khususnya dalam penyusunan modul ajar muatan lokal.
Kaitan dengan nuansa uang di kegiatan ini, Ia meluruskan potensi misinterpretasi masyarakat terkait tema rupiah.
“Jadi ini bukan berarti tema rupiah untuk mengajarkan anak-anak gila uang atau guru gila uang. Bukan itu. Tetapi dengan tema CBP, bagaimana anak-anak mengenal, cinta, dan bangga terhadap rupiah. Karena rupiah adalah alat pemersatu bangsa,” tegas Dolfien.
Selain itu, Ia juga mengajak seluruh orang tua untuk “mengeroyok dunia pendidikan” dan tidak menegatifkan pesan yang disampaikan.
Kegiatan Dikbud Expo berlangsung hingga 21 Mei 2026 dengan agenda lomba gerak dan lagu TK, lomba bercerita SMP, duta guru, dan panen karya.
Sementara itu, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, melalui Asisten I Oktavianus Mandagi menyampaikan apresiasi kepada BI dan seluruh jajaran pendidikan.
Ia menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap rupiah sejak usia dini sebagai jati diri bangsa di tengah maraknya minat anak muda terhadap kripto dan dolar.
“Karena situasi sekarang ini banyak juga anak-anak sangat cinta rupiah tapi ya cinta kripto juga, cinta dolar. Rupiah ini merupakan identitas bangsa. Mulai dari kecil mereka akan melihat jati diri bangsa melalui rupiah,” ujar Mandagi mengutip pesan Wali Kota.
Wali Kota juga berharap expo ini tidak sekadar pameran, tetapi wadah menampilkan kreativitas, inovasi, prestasi, serta hasil karya dunia pendidikan. Pemerintah Kota Tomohon berkomitmen mendukung penuh pengembangan karakter, kreativitas, dan pelestarian budaya daerah.
“Jangan takut untuk bermimpi besar, karena masa depan daerah ini ada di tangan generasi muda yang kreatif, cerdas, dan berkarakter,” pesan Wali Kota yang dibacakan.
Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BI Sulut yang diwakili Haikal (Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah), perwakilan BGP Sulut, Camat Tomohon Timur, para guru, serta peserta didik dari berbagai jenjang. (jud)
