MANADO, TUBERSMEDIA.COM
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2019 telah memberikan dampak besar terhadap perekonomian global, terutama di sektor pariwisata. Provinsi Sulawesi Utara turut merasakan dampaknya dengan menurunnya jumlah kunjungan wisatawan.
Setelah melalui masa sulit selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kini bergerak cepat untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah strategis yang diambil adalah membuka kembali jalur penerbangan internasional dari China ke Indonesia. Pada 31 Maret 2025.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus S.E., didampingi Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., serta jajaran Pemerintah Provinsi Sulut, menghadiri acara penyambutan penerbangan perdana (Inaugural Flight) maskapai TransNusa dengan rute Nanjing (China) – Manado (Indonesia) di Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Hadir pula Wakil Wali Kota Manado dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado dalam acara tersebut.Penerbangan perdana ini membawa sekitar 138 turis asal China. Dengan semakin banyaknya rute penerbangan internasional yang dibuka, diharapkan sektor pariwisata Sulawesi Utara kembali berkembang pesat.
Selama lima hari ke depan, para wisatawan asal China akan menikmati keindahan alam Manado, termasuk panorama laut biru dan langit cerah yang menjadi daya tarik utama daerah ini.
“Kami optimis dengan masa depan pariwisata Sulawesi Utara, terutama dalam menarik wisatawan asal China. Banyak kesamaan budaya antara China dan Sulawesi Utara, salah satunya adalah kuliner yang sangat diminati,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan berkomitmen dalam mendukung penerbangan ini. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas daerah ini agar semakin menarik bagi wisatawan,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah serta menjadikan sektor pariwisata sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. (***)
