Oplus_16777216
TUBERSMEDIA.COM – Dampak kebakaran kapal KM Barcelona membawa konsekuensi serius bagi dunia pelayaran di Sulawesi Utara. Kementerian Perhubungan membekukan Document of Compliance (DOC) milik PT Surya Pacific Indonesia, dokumen yang menjadi syarat utama pelayaran berdasarkan International Safety Management Code (ISM Code). Akibatnya, enam kapal milik perusahaan tersebut tidak diizinkan berlayar untuk sementara waktu.
Kondisi ini langsung dirasakan oleh masyarakat di wilayah kepulauan, terutama Sangihe dan Talaud yang sangat bergantung pada kapal laut untuk aktivitas antar pulau maupun ke Kota Manado sebagai ibu kota provinsi. Dengan dibekukannya kapal-kapal tersebut, kini hanya satu kapal yang tersisa untuk melayani ribuan penumpang, menyebabkan lonjakan harga tiket dan keresahan di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Provinsi Sulawesi Utara 2025–2029, Louis Carl Schramm, SH., MH., menyoroti serius persoalan ini dalam rapat pembahasan Rencana Strategis (Renstra) bersama Dinas Perhubungan Sulut yang dihadiri oleh Sekretaris Dinas, Stenly Patimbano.
“Kasihan warga di kepulauan. Apa-apa jadi sulit. Kami terus menerima keluhan dari masyarakat. Kami minta Dinas Perhubungan bantu memfasilitasi agar izin pelayaran bisa segera dibuka kembali. Saat ini yang melayani ribuan warga hanya satu kapal, itu pun sudah terasa tidak cukup bahkan saat KM Barcelona masih beroperasi,” tegas Louis yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut dan Ketua Fraksi Partai Gerindra.
Louis meminta agar seluruh proses pemulihan izin dilakukan dengan memperhatikan urgensi pelayanan publik, bukan hanya aspek administratif semata. Ia menekankan bahwa keberlangsungan transportasi laut bukan sekadar isu teknis, tapi menyangkut hajat hidup masyarakat kepulauan yang tidak memiliki alternatif transportasi lain.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan Sulut, Stenly Patimbano, menyatakan pihaknya akan siap membantu agar proses pembukaan kembali izin bisa segera dilakukan, asalkan syarat-syarat perbaikan yang diminta Kementerian telah dipenuhi oleh pihak perusahaan.
“Setelah seluruh syarat dan perbaikan dilengkapi oleh PT Surya Pacific Indonesia, kami akan bersama-sama dengan Dirjen Perhubungan memfasilitasi agar proses pemulihan izin bisa segera dilaksanakan. Kami juga sangat memahami kondisi di wilayah kepulauan yang memang masih sangat terbatas dalam hal armada kapal penumpang,” kata Stenly.
Adapun enam kapal yang saat ini dibekukan operasionalnya adalah KM Barcelona I, KM Barcelona II, KM Barcelona III, KM Barcelona V, KM Marina Bay, dan KM Venecian.
Pembekuan ini telah menimbulkan efek domino, dari melonjaknya harga tiket, antrean penumpang, hingga potensi keterlambatan logistik ke daerah-daerah yang selama ini hanya bisa dijangkau dengan moda transportasi laut. Warga pun berharap agar pemerintah daerah dan pusat dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis ini.
