BPS Rilis Data: Hanya 4,86 Persen Penduduk Tomohon Masuk Kategori Miskin
TUBERSMEDIA.COM – Prestasi kembali diraih Pemerintah Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Wali Kota Caroll Joram Azarias Senduk, SH dan Wakil Wali Kota Sendy Gladys Adolfina Rumajar, SE., M.I.Kom. Kota berjuluk “Kota Bunga” ini berhasil mencatat angka penduduk miskin terendah di Sulawesi Utara, yakni hanya 4,86 persen dari total penduduk.
Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan yang dipimpin Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay di Hotel Aryaduta Manado, Selasa (7/10/2025), dengan menghadirkan seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sulut. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Tomohon menempati posisi terbaik, jauh di bawah rata-rata provinsi yang berada di angka 6,71 persen. Sementara daerah dengan angka kemiskinan tertinggi adalah Kabupaten Sangihe yang masih berada di dua digit.
Wakil Wali Kota Sendy Rumajar menegaskan, capaian ini menjadi indikator bahwa arah kebijakan Pemkot Tomohon sudah berada di jalur yang tepat. “Kondisi ini menjadi alat ukur bagi pemerintah kota dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan peningkatan daya beli masyarakat lewat program-program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sendy yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Pengentasan Kemiskinan Tomohon menambahkan, pihaknya tengah mempersiapkan strategi untuk tahun 2026. “Kita tahu ada pengurangan dana transfer pusat, sehingga APBD 2026 harus benar-benar disusun secara efisien dan efektif. Kami akan terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya beli,” jelasnya.
Pemerintah Kota Tomohon menekankan bahwa prestasi ini tidak lepas dari kepemimpinan Wali Kota Caroll Senduk serta kekompakan seluruh jajaran perangkat daerah. “Walaupun saya sebagai Ketua Satgas, prestasi ini merupakan hasil kebersamaan. Pemerintah kota dan masyarakat Tomohon bergerak bersama menekan angka kemiskinan,” tambah Sendy dalam kesempatan itu.
Dengan capaian ini, Tomohon berhasil membuktikan bahwa konsistensi dalam kebijakan pro-rakyat dan sinergi antarsektor mampu menghasilkan dampak nyata. Prestasi ini sekaligus menjadi tantangan ke depan agar penurunan angka kemiskinan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga semakin diturunkan, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Kota Tomohon.
