TUBERSMEDIA.COM – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Provinsi Sulawesi Utara I resmi ditutup pada Jumat (21/11/2025) dalam acara yang digelar penuh kekhidmatan di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut. Penutupan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara melalui perwakilannya, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulut, Verra Maya Pinontoan, yang turut membacakan sambutan resmi Gubernur.
Acara dibuka dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Panitia oleh Ketua Umum Pesparani I Sulut, Louis Carl Schramm, SH., MH., yang menegaskan bahwa terlaksananya agenda pertama dalam sejarah Pesparani Sulut ini merupakan buah doa, kerja keras, dan kolaborasi lintas pihak.
“Tugas ini sempat terasa berat, namun dengan penyertaan Tuhan, sinergi panitia, serta dukungan semua pemangku kepentingan, Pesparani I Sulut dapat terlaksana sukses dan menjadi bagian dari sejarah, dengan Kota Manado sebagai tuan rumah,” ujar Schramm penuh syukur.
Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, sebelum dilanjutkan dengan penyampaian pesan Gubernur melalui Karo Kesra.
Dalam sambutan resmi yang dibacakan Verra Maya Pinontoan, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia, peserta, dan seluruh pihak yang terlibat.
“Pesparani ini berlangsung lancar, tertib, dan berkesan berkat semangat dan dedikasi pelayanan dari panitia,” ungkapnya.
Gubernur menegaskan bahwa seni suara gerejani bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bahasa iman yang universal, sarana memuliakan Tuhan sekaligus menyampaikan pesan damai, toleransi, dan kasih antarumat.
“Dalam setiap nada, kita mendengar seruan persaudaraan. Dalam setiap harmoni, kita melihat wajah Sulawesi Utara yang rukun,” tegasnya.
Gubernur menyampaikan selamat kepada seluruh kontingen yang telah menunjukkan dedikasi dalam proses latihan hingga penampilan.
Menurutnya, makna kemenangan tidak hanya soal piala, melainkan tentang kedisiplinan, kerendahan hati, dan pengalaman rohani yang dibangun di sepanjang proses.
“Bagi para pemenang, persiapkan diri membawa nama baik Sulawesi Utara di tingkat nasional. Jadilah duta terbaik daerah, dan bawalah semangat kasih, persaudaraan, dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Dengan resmi ditutupnya Pesparani Katolik Provinsi Sulawesi Utara I, agenda keagamaan bernuansa seni suara ini meninggalkan jejak sejarah baru bagi Bumi Nyiur Melambai.
Semangat persaudaraan dan kerukunan yang lahir dari panggung Pesparani diharapkan terus bertumbuh, menjadi fondasi kuat bagi kesiapan Sulut menyambut Pesparani Nasional 2027.
Acara penutupan berlangsung tertib, hangat, dan penuh syukur, menandai berakhirnya sebuah perhelatan perdana yang sarat makna iman dan budaya.
