Tomohon, tubersmedia.com – Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar yang juga sebagai Ketua Satgas Makan Begizi Gratis (MBG) Kota Tomohon, mengunjungi pasien anak-anak sekolah yang diduga keracunan makanan MBG di RS Gunung Maria dan RSUD Anugerah Kota Tomohon, Senin (26/01/2026).
Dari informasi yang dihimpun ada 3 sekolah yang terdampak dari kejadian ini yang duga terfokus dari salah satu dapur SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Tomohon Tengah.
Wawali Sendy Rumajar yang juga sebagai Ketua Satgas MBG Kota Tomohon saat meninjau pasien mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan investigasi penyebab kejadian tersebut.
“Saat ini Tim investigasi telah mencari tahu penyebab pasti, apakah ada kontaminasi terjadi saat pengolahan atau justru pada saat distribusi, tadi sudah diambil sampel untuk diperiksa. Dari Dinas Kesehatan Kota Tomohon juga sudah turun langsung mengambil sample makanannya dan dibawa ke Laboratorium,” ujar Sendy.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait peristiwa ini akan ditutup sementara.
Ia mengatakan seluruh SPPBG diwajibkan untuk menaati Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga proses distribusi.
“Kami akan mengumpulkan semua pengelola SPPG dan penanggung jawab, untuk mengevaluasi semua SPPG yang ada di Kota Tomohon,” ujar Sendy sembari mengatakan Satgas sebenarnya telah memiliki jadwal inspeksi ke seluruh SPPG namun usai pelaksanaan HUT Kota.
Selanjutnya Ia mengatakan, Pemerintah Kota Tomohon menjamin seluruh biaya pengobatan para siswa yang menjadi korban. Siswa yang memiliki BPJS Kesehatan akan ditangani melalui skema tersebut, sementara bagi yang tidak memiliki atau kepesertaannya tidak aktif, biayanya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
“Tadi sudah berkordinasi dengan Pak Wali Kota, sesuai dengan petunjuk Wali kota Tomohon Bapak Caroll Senduk, bagi masyarakat yang terkena dampak yang tidak memiliki BPJS maka biaya pengobatan akan ditanggung Pemerintah Kota Tomohon,” terang Sendy.
“Dari Pemerintah tentu kami turut bertanggung jawab atas peristiwa ini maka dari Kami memohon maaf atas kejadian ini. Ini menjadi bahan evaluasi serius bagi kami, Satgas, dan juga seluruh pemilik SPPG agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya.
Dari informasi yang dihimpun ada 3 sekolah yang terdampak dari kejadian ini. Data sementara mencatat puluhan siswa dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain:
- RS Gunung Maria: 50 puluhan siswa
- RSUD Anugerah: 31 siswa
- RS Bethesda: 12 siswa
