NAIROBI—Tubersmedia.com
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi menggelar forum Youth to Youth Dialogue: Bridging Indonesia and Kenya Through Youth Leadership for Global Impact sebagai upaya memperkuat diplomasi generasi muda dan hubungan bilateral Indonesia–Kenya melalui kolaborasi lintas budaya, Kamis (22/5).
Kegiatan yang berlangsung secara hibrida di KBRI Nairobi dan melalui platform virtual itu mempertemukan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran dan President University, Indonesia, dengan mahasiswa Daystar University, Kenya.
Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antar pemuda kedua negara terkait kepemimpinan, kolaborasi global, hingga peran generasi muda dalam menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya dalam sambutannya menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam memperkuat hubungan antarnegara di masa depan.

“Pemuda hari ini bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak perubahan. Dialog seperti ini memperkuat ruang saling memahami dan membangun fondasi hubungan Indonesia–Kenya di masa mendatang,” ujar Duta Besar RI.
Dialog menghadirkan empat panelis muda, yakni Alisha Nailah Kusnandar dari Universitas Padjadjaran, Refaya Fresy Betah dari President University, serta dua mahasiswa Daystar University, Kenya.
Dalam siaran persnya, Refaya mengaku bersyukur mendapat kepercayaan menjadi salah satu pembicara muda yang mewakili Indonesia dalam forum internasional tersebut.
“Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk membawa perspektif generasi muda Indonesia dalam dialog internasional serta membangun kolaborasi dengan pemuda dari berbagai latar belakang,” ujar Refaya.
Dalam diskusi panel, para pembicara mengangkat tiga tema utama yakni Awareness as Agency, Translating Values into Action, dan A Generation Without Borders. Ketiga tema tersebut membahas bagaimana kesadaran sosial pemuda terbentuk di tengah dinamika global, penerjemahan nilai menjadi aksi nyata, hingga pentingnya membangun jejaring lintas negara melalui ruang digital maupun interaksi langsung.
Selain sesi panel, peserta juga mengikuti diskusi interaktif yang mempertemukan pengalaman pemuda Indonesia dan Kenya dalam menjalankan berbagai inisiatif sosial serta memperluas kolaborasi lintas komunitas.
Pada sesi Commitment Session melalui kegiatan Canvas of Hope, peserta merumuskan harapan dan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pemuda kedua negara. Hasil sesi tersebut menjadi simbol aspirasi kolektif generasi muda Indonesia dan Kenya dalam membangun hubungan yang lebih erat di masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) antara Indonesia dan Kenya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta turut terlibat dalam kampanye media sosial bersama guna memperluas jangkauan pesan dialog ke ruang publik digital.
KBRI Nairobi menegaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari diplomasi publik Indonesia yang berkelanjutan, khususnya dalam mendorong keterlibatan generasi muda sebagai mitra strategis hubungan bilateral Indonesia–Kenya.
Kegiatan ditutup dengan sesi jejaring dan foto bersama sebagai langkah awal memperkuat konektivitas pemuda lintas negara secara berkelanjutan.
(AK)
