Manado, tubersmedia.com – Sulawesi Utara mencatatkan realisasi investasi Rp10,1 triliun sepanjang 2025 – melampaui target yang dipatok Rp9,3 triliun atau 109 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,66 persen, berada di atas rata-rata nasional 5,11 persen.
Dua angka ini menjadi puncak dari sederet capaian selama setahun kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Di sektor ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis sudah beroperasi di 148 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari total 162 yang tersedia. Sekitar 8.000 hektare sawah baru dibuka, dan Gerakan Pangan Murah digelar rutin di kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga.
Sumber daya manusia juga mencatat kemajuan. Indeks Pembangunan Manusia naik dari 75,68 ke 76,32. Kepesertaan JKN menyentuh 99,1 persen, dan beasiswa pendidikan menjangkau 1.612 siswa SMA, 454 siswa SMK, serta 6 siswa SLB. Untuk infrastruktur pendidikan, SMA Taruna Nusantara dibangun di Noongan, Sekolah Rakyat di Manado dan Tampusu, dan Fakultas Kedokteran serta Pertanian di UNIMA mulai dibuka.
Penghargaan Government Award kategori Outstanding Province in Life Expectancy Value dan apresiasi Kompas TV atas kepedulian terhadap gizi anak turut diraih. Fasilitas olahraga seperti Kolam Renang Ranowangko dan arena Pacuan Kuda Tompaso direvitalisasi, serta Kejurnas Panahan Piala Gubernur digelar di Stadion Klabat.
Dari sisi tata kelola, Ombudsman memberi predikat kepatuhan pelayanan publik kategori baik, dan Sulut dinobatkan sebagai provinsi terbaik I dalam penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029. Dalam digitalisasi keuangan daerah, Sulut menempati peringkat ketiga se-Sulawesi.
Namun, capaian lain juga mencuri perhatian: listrik 24 jam kini menyala di tujuh pulau di Minahasa Utara, Sitaro, dan Talaud; 63 blok Wilayah Pertambangan Rakyat ditetapkan; dan Museum Provinsi direvitalisasi. Korban erupsi Gunung Ruang di Bolsel juga telah mendapat hunian tetap.
Yang masih jadi catatan, Indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) Sulut berada di angka 68,08 – kategori rentan. Pemprov pun merespons dengan memasukkan kurikulum antikorupsi di sekolah, sosialisasi di rumah sakit, dan seleksi ketat Paskibraka. (jud).
