Tomohon, tubersmedia.com – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memberi dampak terhadap sektor pertanian di Kota Tomohon. Sejumlah lahan pertanian menghadapi keterbatasan air, sementara sebagian tanaman petani telah mendekati masa panen.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari aktivis lingkungan hidup Kota Tomohon, Jefry Polii atau yang akrab disapa Jepol. Ia menilai, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga tanaman petani hingga memasuki masa panen.
“Yang harus kita selamatkan saat ini adalah tanaman petani yang sudah hampir memasuki masa panen. Jangan sampai kerja keras dan biaya yang telah dikeluarkan berbulan-bulan hilang hanya karena kekurangan air,”ujar Jepol.
Jepol yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tomohon yang telah menyiapkan dua unit truk tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, upaya pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat membantu petani mempertahankan tanaman hingga masa panen sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat kekeringan.
“Ketika air datang tepat waktu, yang kita selamatkan bukan hanya tanaman, tetapi pendapatan, ketahanan pangan, dan harapan keluarga petani,” katanya.
Sebagai aktivis lingkungan hidup, Jepol juga melihat persoalan kekeringan bukan hanya sebagai masalah musiman. Menurutnya, perubahan pola cuaca dan musim perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Ia menilai, pengalaman menghadapi kemarau berkepanjangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di sektor pertanian Kota Tomohon.
“Petani adalah bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, persoalan air dan dampak perubahan iklim terhadap pertanian harus terus menjadi perhatian,” pungkasnya.
