Manado, tubersmedia.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi mengukuhkan 1.299 wisudawan pada Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027. Prosesi wisuda yang digelar Kamis (22/10/2026) ini dibagi ke dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi siang, guna memastikan jalannya acara yang tertib dan khidmat.
Pada sesi pagi, wisudawan dari jenjang Pascasarjana serta rumpun sosial-humaniora dikukuhkan. Pascasarjana melepas 71 lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (217 orang), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (200 orang), Fakultas Hukum (171 orang), dan Fakultas Ilmu Budaya (47 orang). Sementara sesi siang didominasi rumpun eksakta dan kesehatan, dengan Fakultas Pertanian menjadi penyumbang wisudawan terbanyak, yaitu 265 orang.
Menyusul di sesi siang, Fakultas MIPA mengukuhkan 136 lulusan, Fakultas Teknik (65), Fakultas Kesehatan Masyarakat (54), serta Fakultas Kedokteran (27). Turut dilepas pula lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (24) serta Fakultas Peternakan (22).
Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyebut pembagian dua sesi ini sebagai upaya kampus menyelenggarakan prosesi yang tertib. Menurutnya, momen wisuda di bulan Oktober juga memiliki makna kebangsaan yang kuat, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Sumpah Pemuda.
Rektor berpesan agar para alumni membawa semangat Si Tou Timou Tumou Tou, yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia. “Rawatlah semangat itu melalui kepedulian membantu orang lain tumbuh,” ujar Prof. Jompa.
Ia juga meminta para lulusan untuk melangkah dengan percaya diri, rendah hati, dan siap bekerja keras, serta menggunakan ilmu yang didapat untuk membantu masyarakat.
Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Sulut Ir. Hermina Korompis, SP., M.Sc., turut memberikan pesan kepada para wisudawan. Ia mengingatkan agar para lulusan terus belajar, membuka diri terhadap perubahan, dan mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi.
Gubernur juga menekankan pentingnya integritas sebagai prinsip yang tidak boleh ditinggalkan.
“Jagalah nama baik almamater, hormati orang tua dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan saudara-saudara,” pesannya.
“Jadilah pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat dalam karakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.” tutupnya. (***)
