MANADO, Tubersmedia.com – Memimpin sebuah universitas tidak cukup hanya berbekal gelar akademik. Dibutuhkan kemampuan mengelola organisasi, memahami tata kelola perguruan tinggi, membangun budaya mutu, mengembangkan penelitian, serta memastikan sumber daya universitas dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.
Di tengah proses pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) periode 2026-2030, rekam jejak Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc. memperlihatkan perpaduan pengalaman tersebut.
Guru Besar Bidang Pengolahan Hasil Laut atau Hasil Perikanan ini bukan hanya berkecimpung dalam dunia pendidikan dan penelitian. Selama lebih dari dua dasawarsa, ia meniti berbagai tanggung jawab akademik dan manajerial, dari Ketua Program Studi, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, hingga Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNSRAT.
Di luar kampus, Montolalu memperoleh kepercayaan sebagai asesor akreditasi perguruan tinggi, penilai proposal penelitian kompetitif nasional, dan reviewer berbagai jurnal ilmiah.
Salah satu bagian penting dalam perjalanan profesionalnya adalah keterlibatan dalam dua momentum besar penjaminan mutu UNSRAT: pencapaian akreditasi institusi peringkat A pada 2017 dan akreditasi Unggul melalui Instrumen Suplemen Konversi (ISK) pada 2021. Saat ini aktif sebagai narasumber untuk prodi-prodi di Unsrat yang akan membuat dokumen akreditasi
Akademisi dengan Pendidikan dan Jejaring Internasional
Lahir di Tomohon, 9 Maret 1973, Roike Montolalu menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UNSRAT pada 1997. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Jepang melalui beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho). Gelar Master of Science diraihnya pada 2007 dari Tokyo University of Marine Science and Technology dalam bidang Food Science and Technology. Di universitas yang sama, ia menyelesaikan pendidikan doktor pada 2010 dalam bidang Applied Marine Bioscience.
Hubungannya dengan komunitas akademik Jepang tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan. Montolalu juga menjalani kegiatan visiting research melalui Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) pada 2000 dan 2003, serta kembali melakukan penelitian di Tokyo University of Marine Science and Technology pada 2015 dan 2017.
Pengalaman internasional tersebut memperkuat kepakarannya dalam teknologi pangan hasil laut, bioteknologi rumput laut, keamanan pangan, dan inovasi pengolahan hasil perikanan.
Montolalu resmi menyandang jabatan akademik Guru Besar sejak 1 September 2024 dan menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan profesor pada 16 Januari 2025.
Orasinya berjudul Dari Laut ke Meja Makan: Inovasi Pengolahan Hasil Laut atau Hasil Perikanan untuk Mendukung Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan pembangunan dan peningkatan gizi masyarakat.
Diakui sebagai Asesor dan Reviewer Nasional
Keunggulan lain dalam perjalanan profesional Montolalu adalah pengalaman melakukan penilaian akademik pada tingkat nasional.
Sejak 2015, ia dipercaya sebagai Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebuah penugasan yang menuntut kemampuan memahami standar pendidikan tinggi, mengevaluasi kinerja institusi, memverifikasi bukti, dan menilai efektivitas sistem penjaminan mutu.
Pengalaman tersebut terus berkembang. Pada 2022, Montolalu mulai menjalankan tugas sebagai Asesor LAM Teknik, kemudian pada 2025 menjadi Asesor LAM-PTIP. Ia juga memperoleh penugasan sebagai asesor sertifikasi dosen.
Rangkaian penugasan ini memperlihatkan pengakuan terhadap kompetensinya dalam mengevaluasi mutu perguruan tinggi, tidak hanya di lingkungan UNSRAT, tetapi juga dalam sistem pendidikan tinggi nasional.
Dalam bidang penelitian, Montolalu pernah menjadi Reviewer Nasional Penelitian Kompetitif Simlitabmas pada 2018–2020 dan kembali dipercaya sebagai Reviewer Nasional Penelitian BIMA sejak 2024.
Sebagai reviewer, ia memiliki pengalaman menilai kelayakan substansi proposal, kebaruan penelitian, ketepatan metodologi, kapasitas tim peneliti, kelayakan pembiayaan, serta potensi luaran penelitian.
Montolalu juga memiliki pengalaman sebagai reviewer akademik beasiswa pemerintah, termasuk Beasiswa Pendidikan Indonesia.
Kemampuan evaluasi ilmiahnya turut tercermin dari kepercayaan sebagai reviewer dan editor jurnal ilmiah nasional terakreditasi, antara lain Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia yang dikelola IPB University, serta Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan UNSRAT.
Pengalaman menilai kualitas penelitian dan publikasi tersebut menjadi bekal penting dalam memahami cara membangun ekosistem akademik yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada mutu.
Peneliti Kompetitif dengan Penghargaan Terbaik Tingkat Nasional
Montolalu bukan hanya menilai penelitian orang lain. Ia juga mempunyai pengalaman panjang memenangkan dan melaksanakan penelitian kompetitif yang dibiayai melalui berbagai program nasional.
Skema yang pernah diikutinya antara lain Fundamental, MP3EI, RISPRO-LPDP, INSINAS, Penelitian Unggulan Strategis Nasional, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, dan Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi.
Salah satu pencapaian pentingnya terjadi pada Maret 2017. Ia meraih penghargaan Penyaji Terbaik I dalam Seminar Hasil Program Riset Terapan yang Selesai Tahun 2016 untuk Kawasan Timur Indonesia, yang diselenggarakan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu pengakuan atas kemampuan menyajikan dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian kompetitif.
Dalam portofolionya juga tercatat keterlibatan pada tim peneliti dari Kawasan Timur Indonesia yang memperoleh pendanaan kompetitif RISPRO-LPDP pada 2015.
Produktivitas akademiknya ditunjukkan melalui berbagai publikasi dan invensi. Berdasarkan data SINTA terakhir, Montolalu memiliki 23 artikel pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus/WoS, h- indeks Scopus 6, SINTA score overall=2293. Biodata tersebut juga memuat 18 paten dan paten sederhana yang dilaporkan telah memperoleh status granted.
Penelitiannya mencakup pengembangan karagenan, teknologi pengolahan ikan, gelatin dan kolagen dari limbah perikanan, kemasan pangan ramah lingkungan berbasis edible film, hingga pemanfaatan senyawa bioaktif rumput laut untuk pangan fungsional.
Bidang-bidang tersebut memiliki relevansi bagi pengembangan industri perikanan, ekonomi biru, peningkatan nilai tambah komoditas lokal, dan ketahanan pangan nasional.
Berkontribusi dalam Dua Tonggak Akreditasi UNSRAT: A dan Unggul
Salah satu rekam jejak penting Montolalu dalam tata kelola pendidikan tinggi adalah keterlibatannya secara langsung dalam penyusunan dokumen akreditasi institusi Universitas Sam Ratulangi.
Pada periode 2015–2017, ia tercatat sebagai anggota Tim Penyusun Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) UNSRAT.
Kerja kelembagaan tersebut menghasilkan pencapaian bersejarah pada Desember 2017. UNSRAT memperoleh peringkat akreditasi A dari BAN-PT dengan nilai 367, meningkat dari peringkat B sebelumnya.
Peran Montolalu dalam penguatan akreditasi berlanjut ketika UNSRAT mempersiapkan Instrumen Suplemen Konversi pada 2021. Ia kembali tercatat sebagai anggota tim penyusun ISK UNSRAT yang mendukung keberhasilan universitas memperoleh peringkat akreditasi Unggul. Keberhasilan tersebut menempatkan UNSRAT sebagai salah satu perguruan tinggi yang lebih awal meraih peringkat Unggul melalui mekanisme konversi, sekaligus PTN pertama di Kawasan Timur Indonesia yang memperoleh pengakuan tersebut. Tentu pencapaian akreditasi A maupun Unggul bukan hasil pekerjaan seorang individu. Prestasi itu merupakan buah kerja bersama pimpinan universitas, senat, fakultas, unit penjaminan mutu, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika. Namun, keterlibatan Montolalu dalam kedua tim tersebut menjadi bukti pengalaman konkret dalam penyusunan, evaluasi, dan pengembangan sistem penjaminan mutu institusi.
Pengalaman itu melengkapi kiprahnya sebagai asesor nasional. Ia memahami penjaminan mutu dari dua sisi sekaligus: sebagai pihak yang menyusun dan membangun sistem mutu perguruan tinggi, serta sebagai asesor yang mengevaluasi mutu institusi lain.
Pengalaman Memimpin dari Program Studi hingga Rektorat
Jejak kepemimpinan Montolalu dimulai dari tingkat program studi. Ia memimpin Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK UNSRAT pada 2010–2018.
Pada 2014, ia meraih penghargaan Koordinator Program Studi Berprestasi Peringkat I tingkat Universitas Sam Ratulangi.
Ia kemudian dipercaya menjadi Sekretaris LPPM UNSRAT pada 2018–2022, sebuah lembaga strategis yang bertanggung jawab mengoordinasikan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas publikasi, dan penguatan inovasi. Dalam periode pengabdiannya di LPPM, portofolio institusional mencatat peningkatan pengakuan kinerja UNSRAT, termasuk posisi Klaster Mandiri dalam penelitian dan Klaster Unggul dalam pengabdian kepada masyarakat. Capaian tersebut merupakan bagian dari hasil kerja kolektif universitas.
Pada 2022–2024, Montolalu memimpin Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebagai Dekan, pada periode ini 3 prodi di FPIK terakreditasi/tersertifikasi Internasional AUN QA.
Sejak 2024, ia mengemban amanah sebagai Wakil Rektor di bidang umum dan keuangan, dengan tanggung jawab yang mencakup aspek pengelolaan sumber daya institusi.
Pengalaman ini memberikan perspektif menyeluruh tentang perguruan tinggi: dari mutu pembelajaran dan kebutuhan dosen, penguatan penelitian dan pengabdian, hingga perencanaan anggaran, administrasi keuangan, sumber daya manusia, dan dukungan operasional universitas.
Bagi perguruan tinggi negeri dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) seperti UNSRAT, kemampuan menghubungkan perencanaan akademik dengan akuntabilitas keuangan dan efektivitas belanja menjadi kebutuhan yang semakin penting.
Di samping itu, keikutsertaannya sebagai anggota Senat Universitas memberikan pengalaman dalam proses pertimbangan akademik dan tata kelola kelembagaan.
Modal Kepemimpinan untuk UNSRAT ke Depan
Pemilihan Rektor UNSRAT 2026–2030 berlangsung ketika perguruan tinggi menghadapi tuntutan yang semakin kompleks: menjaga integritas akademik, memperkuat transparansi pengelolaan sumber daya, meningkatkan reputasi penelitian, membangun jejaring internasional, serta memastikan lulusan dan hasil riset memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tantangan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan tiga kekuatan utama perguruan tinggi: mutu akademik, tata kelola yang baik, dan inovasi yang berdampak. Dalam konteks itulah pengalaman Prof. Roike Iwan Montolalu menjadi relevan untuk diperhitungkan.
Rekam jejaknya menunjukkan perjalanan dari seorang peneliti di laboratorium, pendidik dan pembimbing mahasiswa, pengelola program studi, pemimpin fakultas, penilai mutu pendidikan tinggi nasional, hingga pengelola sumber daya universitas.
Pengalaman internasionalnya memberikan wawasan akademik lintas negara. Pengalaman sebagai asesor dan reviewer memperkuat kapasitas evaluatif. Prestasi penelitiannya menunjukkan produktivitas keilmuan. Sementara keterlibatannya dalam dua tonggak akreditasi UNSRAT memperlihatkan pengalaman membangun sistem mutu kelembagaan.
Pada akhirnya, kelayakan seorang calon rektor tentu harus diuji pula melalui visi, program kerja, integritas, kemampuan menyatukan sivitas akademika, dan komitmen terhadap kepentingan universitas. Bagi Prof. Roike Iwan Montolalu, pengalaman akademik, pengakuan nasional, prestasi riset, dan perjalanan panjang dalam tata kelola perguruan tinggi membentuk modal kepemimpinan yang patut dipertimbangkan dalam menentukan arah Universitas Sam Ratulangi lima tahun mendatang.
