MANADO, TUBERSMEDIA.COM
Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Kepemudaan, Farist Soeharyo, menyampaikan sejumlah catatan penting dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kepemudaan.
Dalam rapat konsultasi bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut yang digelar di ruang rapat DPRD, Rabu (2/7/2025), Farist menegaskan pentingnya memposisikan pemuda sebagai subjek pembangunan daerah, bukan sekadar objek pembinaan.
“Artinya, pemuda harus dilibatkan secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan di semua sektor,” ujar Farist.
Selain itu, ia mendorong agar Ranperda memuat penguatan kapasitas pemuda melalui pendidikan kepemimpinan, kewirausahaan, literasi digital, serta pemberdayaan organisasi kepemudaan. Menurutnya, hal ini penting agar pemuda memiliki kompetensi, jejaring, dan kemampuan manajerial untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kami juga menekankan perlunya integrasi lintas sektor, khususnya dengan program pendidikan vokasi, agroindustri, perikanan, pariwisata, dan energi terbarukan, supaya pemuda berperan nyata dalam pembangunan ekonomi daerah,” tegas Farist.
Tak hanya itu, Farist mengusulkan pembentukan Youth Center di setiap kabupaten dan kota sebagai pusat kreativitas, inovasi, serta pembinaan karakter kebangsaan pemuda. Ia juga mendorong penyediaan platform digital yang memuat basis data dan layanan kepemudaan.
“Terakhir, kami memohon agar Ranperda mengatur mekanisme pendanaan berkelanjutan dan pembentukan Dewan Kepemudaan Provinsi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan DPRD dalam merumuskan kebijakan kepemudaan ke depan,” pungkasnya. (***)
