Sulut, tubersmedia.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Utara pada Selasa, 6 Januari 2026, membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang, gelombang tinggi, dan gelombang pasang (rob) di perairan Sulut dan sekitarnya.
BMKG menyebut kondisi tersebut dipicu oleh fase Perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi yang dapat meningkatkan ketinggian maksimum air laut pasang. Selain itu, kecepatan angin rata-rata terpantau dapat mencapai 30 knot, dengan arah dominan dari Barat Laut.
“Secara umum tinggi gelombang signifikan di perairan Sulawesi Utara berada pada kategori sedang, berkisar 0,50 hingga 2,5 meter,” tulis BMKG dalam keterangannya.
BMKG juga memantau adanya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut Maluku serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Sulawesi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Dalam prakiraan cuaca maritim 6–7 Januari 2026, angin diperkirakan bergerak dari arah Barat Laut dengan kecepatan 8–20 knot dan berpotensi menguat hingga 35 knot. Tinggi gelombang diprakirakan tetap berada pada kategori sedang (1,25–2,5 meter), disertai peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
BMKG mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, gelombang tinggi, serta gelombang pasang (rob) di wilayah pesisir yang menghadap ke arah Barat dan sejumlah pelabuhan. Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca maritim dari kanal resmi BMKG.
