Tomohon, tubersmedia.com – Setelah sehari sebelumnya meresmikan program revitalisasi sekolah di Kota Manado, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kota Tomohon.
Di Kota Tomohon, rombongan menteri mengunjungi sekolah SMP Katolik Stella Maris dan disambut hangat oleh Wali Kota Caroll J. A. Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar pada Rabu pagi (22/4/2026).

Kedatangan Abdul Mu’ti kali ini terasa spesial karena Menteri turut berbaur dalam rangkaian kegiatan senam massal bertajuk “Anak Indonesia Hebat” yang digelar di halaman sekolah.
Para siswa serta jajaran pendidikan tampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu instruktur, menciptakan suasana ceria, penuh semangat sekaligus menyehatkan pagi hari.
Dalam sambutannya, Wali Kota Caroll Senduk menegaskan kebanggaan masyarakat Tomohon atas kunjungan ini, mengingat Tomohon dikenal sebagai “Kota Pendidikan” di Sulawesi Utara.
Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam mendukung kebijakan nasional, antara lain pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, penerapan deep learning (pembelajaran mendalam) untuk pendidikan bermutu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan manajemen sekolah, serta dukungan terhadap Asesmen Nasional, digitalisasi sekolah, dan optimalisasi dana BOS serta PIP.
Wali Kota juga mengusung slogan “Hidup Rukun Sama Teman” sebagai landasan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan bebas perundungan (bullying), dengan menekankan empati serta karakter kemanusiaan. Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut, bahkan jika memungkinkan, menambah kuantitas satuan penerima bantuan di Tomohon.
Sementara itu, Menteri Abdul Mu’ti dalam arahannya menyampaikan rasa bahagia dapat bertemu langsung dengan para pelajar di Tomohon. Ia menegaskan bahwa para siswa adalah generasi emas Indonesia menuju tahun 2045.
“Saya melihat generasi masa depan Indonesia ada di hadapan saya. Kalian adalah anak-anak hebat yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju, makmur, dan bermartabat,” ujar Menteri.
Ia mengajak para siswa menerapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Menteri juga mengajak untuk hidup rukun, menjauhi perundungan, membiasakan pola hidup sehat dan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, rajin belajar, disiplin, serta menghormati orang tua dan guru.
Menteri menekankan pentingnya membangun budaya hidup sehat secara jasmani, rohani, dan sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bersih, dan indah, sejalan dengan semangat budaya ASRI.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh jajaran tinggi Kementerian Pendidikan, antara lain Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani, Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto, Staf Khusus Ma’ruf, serta Direktur SMP Maulani Mega Hapsari.
Dari unsur daerah tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut Dr. Femmy Suluh, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tomohon Dr. Juliana Karwur, Kepala BPMP Sulut Febry Dien, Kepala BGP Sulut Arianto Batara, dan Kepala Balai Bahasa Sulut Januar Pribadi.
Kepala SMP Stella Maris Yoyo Dwi Prasetyo dan Kepala SD Santa Clara Lucia Matrien juga ikut mendampingi. Suasana kebersamaan terlihat kental saat menteri dan para pejabat menyapa satu per satu siswa usai kegiatan senam.
Diharapkan, semangat “Anak Indonesia Hebat” dan komitmen Wajib Belajar 13 Tahun dapat segera terwujud nyata di seluruh pelosok daerah. (jud)
