Manado, tubersmedia.com – Suasana sukacita mewarnai Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Kamis (7/5/2026). Dari 10 akademisi yang resmi menyandang gelar Guru Besar dalam upacara pengukuhan yang dipimpin Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., empat di antaranya berasal dari lingkungan Faperta.
Keempat profesor baru tersebut adalah Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si., Ph.D. yang juga menjabat Dekan Faperta, Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, MS., Prof. Dr. Ir. Betsy Agustina Naomi Pinaria, MS., dan Prof. Dr. Ir. Leonardus Ricky Rengkung, ME.
Pengukuhan itu disambut meriah oleh civitas akademika. Tabuh genderang mengiringi langkah keempat profesor tersebut berjalan kaki dari Auditorium Prof. Sumitro Djojohadikusumo menuju Gedung Faperta, di tengah sorak-sorai mahasiswa yang memadati sepanjang jalan utama kampus.
Setibanya di fakultas, rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan Sidang Senat yang dirangkaikan Ibadah Syukur, dipimpin Ketua Senat Faperta Prof. Jantje Pelealu dan Sekretaris Senat Ir. Teltje Koapaha.
Dekan sekaligus Guru Besar yang baru dikukuhkan, Prof. Dedie Tooy, menegaskan bahwa pencapaian ini harus memberi dampak konkret bagi banyak pihak.
“Ini adalah jabatan tertinggi sekaligus penghargaan akademik. Harapannya, kehadiran kami bisa berdampak lebih besar bagi mahasiswa, rekan dosen, serta masyarakat Indonesia dan Sulawesi Utara, khususnya dalam sektor tanaman pangan dan green economy,” ujarnya.
Prof. Tooy juga memaparkan keunggulan spesialisasi yang dibawa keempat guru besar baru itu, yakni di bidang Hama dan Penyakit Tanaman, Agribisnis, serta Teknik Pertanian. “Kami ingin menghasilkan inovasi teknologi yang mampu melindungi lapangan dan meningkatkan masa simpan hasil panen melalui sistem yang lebih modern,” tegasnya.
Ketua Senat Faperta Prof. Jantje Pelealu turut menyoroti nilai strategis penambahan guru besar ini dari sisi kelembagaan. Menurutnya, keberadaan mereka bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga berkontribusi langsung pada penilaian akreditasi program studi.
“Secara administratif, jabatan akademik Guru Besar adalah nilai plus yang menentukan kualitas fakultas. Kami bersyukur Faperta kini semakin kaya secara sumber daya manusia. Ini menjawab harapan besar dari setiap jurusan yang mendambakan tambahan Guru Besar untuk memperkuat posisi akademik mereka,” ungkap Prof. Pelealu.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan Faperta Unsrat sebagai motor penggerak inovasi pertanian berkelanjutan di Sulawesi Utara.
