Manado, tubersmedia.com – DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat paripurna penyampaian laporan kinerja alat kelengkapan dewan (AKD) serta laporan pelaksanaan reses masa persidangan kedua tahun 2026.
Kegiatan ini sekaligus menjadi agenda penutupan masa sidang kedua dan pembukaan masa sidang ketiga yang akan membahas sejumlah program strategis pembangunan daerah.
Rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Sulut itu dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiskus Andi Silangen, Sp.B-KBD, didampingi Wakil Ketua Royke Anter dan Michaela Elsiana Paruntu.
Hadir pula Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, serta jajaran Forkopimda, instansi vertikal, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam paripurna tersebut, seluruh AKD mulai dari komisi, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), hingga Badan Anggaran memaparkan capaian kinerja selama masa sidang berjalan.
Tak hanya soal fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, para legislator juga menyampaikan hasil reses yang diserap langsung dari masyarakat di masing-masing daerah pemilihan.
Beragam kebutuhan masyarakat mengemuka dalam laporan reses, meliputi infrastruktur pedesaan, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, hingga persoalan kesejahteraan sosial. Seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program dan kebijakan daerah ke depan.
Menanggapi hal itu, Gubernur Yulius Selvanus memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras DPRD Sulut. Menurutnya, hasil reses merupakan instrumen strategis bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran.
“Hasil reses DPRD adalah cerminan suara rakyat yang harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah membutuhkan masukan dari legislatif agar program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Gubernur.
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan ritme kerja eksekutif dan legislatif di tengah dinamika global yang kompleks. “Kita harus bergerak cepat, bekerja efektif, tetapi tetap sesuai aturan. Semangat sinergitas harus terus dijaga demi kepentingan masyarakat Sulawesi Utara,” katanya.
Dengan dimulainya masa persidangan ketiga tahun 2026, DPRD Sulut bersiap melanjutkan agenda besar: pembahasan kebijakan strategis, pengawasan program pemerintah, hingga penguatan regulasi daerah. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi fondasi kuat mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di Bumi Nyiur Melambai.
