TOMOHON, TUBERSMEDIA.COM
Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, SE., M.I.Kom., yang juga menjabat sebagai Ketua TP3S, menghadiri kegiatan Tatap Muka Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) bersama PLN Indonesia Power UP PLTP Lahendong. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang meeting PLTP Lahendong, Kamis (22/5).
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa stunting merupakan isu penting yang membutuhkan penanganan bersama lintas sektor.
Ia menyampaikan bahwa GENTING adalah gerakan strategis berbasis komunitas yang mengajak seluruh elemen masyarakat – baik individu, kelompok, dunia usaha, maupun pemerintah – untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang berisiko tinggi mengalami stunting.
“GENTING adalah bentuk nyata gotong royong untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Melalui pola asuh yang tepat selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), kita bisa mencegah stunting secara signifikan,” ujarnya.
Program ini menyasar keluarga kurang mampu, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–59 bulan. Bentuk bantuan yang diberikan meliputi nutrisi berbasis pangan lokal kaya protein hewani, serta dukungan non-nutrisi seperti perbaikan sanitasi, rumah layak huni, akses air bersih, dan edukasi bagi remaja, calon pengantin, serta ibu hamil.
Menurut data, satu dari lima balita di Indonesia mengalami stunting akibat kekurangan gizi kronis. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat memengaruhi daya saing generasi muda di masa depan.
Gerakan GENTING diharapkan menjadi model kolaborasi nasional untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Manager PT PLN Indonesia Power UP PLTP Lahendong, H. S. M Saragih, menegaskan bahwa tujuan utama mereka bukan hanya menurunkan angka stunting, melainkan mencegahnya sejak dini.
“Jika hanya fokus pada penurunan angka, intervensi kita terbatas pada pemberian makanan sehat dan vitamin. Tapi pencegahan membutuhkan pendekatan menyeluruh, termasuk edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat,” jelasnya.
PLN Indonesia Power telah melaksanakan workshop edukatif di Kelurahan Pangolombian dan berencana melanjutkannya di Kelurahan Tondangow. Salah satu fokus utama adalah edukasi bagi remaja mengenai bahaya pernikahan dini yang menjadi faktor risiko stunting.
“Kami memang memusatkan kegiatan di dua kelurahan ini untuk tahap awal. Namun tidak menutup kemungkinan akan diperluas ke wilayah lain setelah kegiatan di Pangolombian dan Tondangow selesai,” tambah Saragih.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh: H. S. M Saragih, Manager PT PLN Indonesia Power UP PLTP Lahendong beserta jajaran. Mareyke Manengkey, S.Pd, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tomohon beserta jajaran Camat Tomohon Selatan dan Lurah Tondangow. Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Tomohon. (***)
