TUBERSMEDIA.COM – Ribuan rumah warga masih terendam banjir akibat luapan Danau Tondano yang terjadi sejak April hingga akhir Mei 2025. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Minahasa ini mengundang perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Rhesa Waworuntu, SE.
Dalam keterangannya kepada media, Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini meminta agar Pemerintah segera membentuk tim khusus penanganan banjir, yang melibatkan lintas sektor, baik dari unsur pemerintah provinsi, kabupaten, hingga aparat keamanan dan lembaga teknis terkait.
“Saya meminta agar dibentuk tim khusus yang terdiri dari gabungan pemerintah provinsi, Kabupaten Minahasa, TNI, Polri, dan stakeholder lainnya agar persoalan ini bisa segera ditangani. Kasihan melihat warga yang terpaksa tinggal di atas genangan air,” tegas Rhesa, anggota DPRD Dapil Tomohon-Minahasa itu.
Rhesa juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Gubernur Sulawesi Utara yang telah turun langsung ke lokasi banjir untuk melihat kondisi warga. Namun, ia menekankan bahwa kunjungan tersebut harus dibarengi dengan tindak lanjut nyata di lapangan.
“Pak Gubernur sudah turun langsung melihat kondisi warga, dan tentu kami berharap itu diikuti dengan tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah banjir ini, bukan sekadar memantau,” ujar Rhesa.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Sekretaris Provinsi Sulut terkait penyaluran bantuan darurat kepada masyarakat terdampak. Beberapa bantuan, kata dia, telah mulai disalurkan melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut.
“Sudah ada bantuan dari Dinas Sosial dan BNPB daerah yang disalurkan untuk warga. Tapi ini belum cukup. Penanganan jangka panjang tetap harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, banjir akibat luapan Danau Tondano mulai terjadi pada 21 April hingga 26 Mei dan berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya:
Kecamatan Kakas: Desa Tounelet, Paslaten, Kaweng, dan Toulimembet
Kecamatan Remboken: Desa Talikuran, Timu, Leleko, Sendangan, Paslaten, dan Parepei
Kecamatan Tondano Timur (1 Mei – 26 Mei): Kelurahan Kiniar dan Toulour
Kecamatan Tondano Barat: Kelurahan Roong dan Tuutu
Kecamatan Eris: Desa Watumea, Telap, Ranomerut, dan Tandengan
Ratusan kepala keluarga terdampak, sebagian besar dari mereka harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau tinggal di rumah panggung yang masih bisa bertahan dari genangan air. Aktivitas perekonomian dan pendidikan pun ikut terganggu akibat kondisi ini.
Rhesa Waworuntu menegaskan bahwa masalah banjir Danau Tondano bukan persoalan baru, dan karena itu perlu penanganan menyeluruh, sistematis, dan berkelanjutan. Ia berharap usulan pembentukan tim terpadu bisa segera direalisasikan demi mencegah dampak yang lebih parah ke depan.
