Oplus_16777216
TUBERSMEDIA.COM – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pembela Keadilan Anti Mafia Tanah kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kota Manado, Kamis (31/7/2025). Setelah melakukan aksi di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Manado, mereka bergerak menuju Kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut) untuk menyampaikan aspirasi.
Massa yang berkumpul di depan gerbang DPRD Sulut diterima oleh anggota DPRD Louis Carl Schramm dan Amir Liputo. Tak lama kemudian, Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter juga turut bergabung menemui pengunjuk rasa.
Aksi ini dipicu oleh penolakan massa terhadap putusan sita eksekusi atas sebidang tanah strategis di Wisma Sabang, eks Corner 52, Kelurahan Sario, Manado. Mereka menuntut DPRD Sulut memanggil Ketua PN Manado dan Kepala BPN Sulut untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.
“Kami belum yakin dengan penjelasan PN Manado. Karena itu, kami minta mereka dihadirkan dalam RDP untuk menyampaikan secara terbuka kepada publik. Lahan ini bukan objek sengketa yang layak dieksekusi. Ini bukan hanya soal legalitas, tapi soal keadilan bagi rakyat yang kerap dilindas mafia tanah,” tegas salah satu orator, Sariongsong, di hadapan massa.
Menanggapi tuntutan itu, Louis Carl Schramm, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut, memberikan apresiasi kepada pengunjuk rasa yang telah menyuarakan dugaan ketidakadilan.
“Kami lihat kronologinya, tanah ini sudah beberapa kali digugat dan putusannya sudah inkracht. BPN pun mengeluarkan sertifikat setelah kajian mendalam. Tapi karena ada aspirasi masyarakat, kami dorong agar dilakukan RDP dengan PN Manado dan BPN,” ujar Louis yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut.
Ia menegaskan, meski DPRD bukan lembaga hukum, namun sebagai wakil rakyat mereka berkewajiban memperjuangkan apa yang disampaikan masyarakat. “Kami berharap sebelum 17 Agustus, persoalan ini bisa ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Amir Liputo dari PKS menekankan pentingnya transparansi.
“Kalau salah kami katakan salah, kalau benar kami katakan benar. Dalam perjuangan kebenaran, jangan tunduk pada kebatilan. Jangan lupa minta doa, karena doa orang kecil pasti dijawab Tuhan,” ungkapnya penuh semangat.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter memastikan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan massa.
“Kalian tidak perlu khawatir, kami akan tindaklanjuti dengan memanggil PN Manado dan BPN lewat RDP. Ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat,” ujar legislator Partai Demokrat tersebut.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung aman dengan pengawalan langsung dari Kapolresta Manado. Setelah menyampaikan aspirasi, massa meninggalkan kantor DPRD Sulut dengan tertib.
