TUBERSMEDIA.COM – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2025–2029 melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tepatnya ke Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda), Rabu (30/7/2025).
Kunjungan dipimpin langsung Ketua Pansus Louis Carl Schramm, SH, MH, didampingi Wakil Ketua Inggried Sondakh, SE, MM, Sekretaris Nick Lomban, SE, Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Marlina Runtuwene, A.Md.Sek, serta sejumlah anggota Pansus.
Kepada wartawan di Manado, Kamis (31/7/2025), Louis Schramm menjelaskan kunjungan itu juga dilanjutkan ke Bappeda Jakarta. Dari pertemuan tersebut, Pansus menerima sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti.
“Kami diingatkan agar penetapan Ranperda RPJMD tidak terlambat. Tanggal 8 sudah harus masuk ke Kemendagri untuk konsultasi. Bisa saja ada koreksi atau penambahan, jadi kami harus menuntaskan pembahasan secepatnya,” ungkap Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut itu.
Salah satu poin penting yang disoroti adalah komposisi anggaran pada Rencana Strategis (Renstra) SKPD. Dirjen Bina Bangda menegaskan belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen, sementara di beberapa SKPD Sulut angkanya mencapai 40 persen lebih.
Louis memberi contoh di Dinas Pariwisata, belanja pegawai mencapai sekitar Rp10 miliar dari total anggaran Rp11 miliar lebih pada tahun 2026.
“Kalau belanja pegawai sudah 10 miliar, tinggal 2 miliar untuk program pariwisata. Apakah cukup untuk mendukung visi utama gubernur? Belanja pegawai harus dikurangi, agar pembangunan bisa merata,” jelasnya.
Ia menambahkan, solusi yang bisa ditempuh adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ada sektor pariwisata yang bisa dikembangkan lewat kerjasama tanpa membebani APBD, juga sektor pertambangan melalui mekanisme koperasi atau WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) yang menjadi domain daerah. Itu bisa menaikkan PAD,” urai legislator dapil Manado tersebut.
Untuk memaksimalkan pembahasan, Pansus akan menggelar rapat maraton menghadirkan sekitar 15 SKPD.
“Besok kita akan lakukan pembahasan intensif dengan SKPD agar pembahasan berkualitas dan tepat waktu,” pungkas Louis.
