MINSEL, TUBERSMEDIA.COM
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Maesaan yang semestinya ditutup dengan kesan manis justru meninggalkan polemik. Panitia kegiatan dinilai gagal menjaga martabat acara, setelah para pemenang lomba hanya menerima piala tanpa label juara dan tanpa hadiah uang tunai.
Sejumlah warga melayangkan kritik tajam lantaran hadiah yang diberikan dianggap tidak pantas, apalagi lomba yang digelar seperti lari maraton dan motor lambat membutuhkan perjuangan besar dari para peserta. “Bagaimana bisa acara semeriah ini, dengan dukungan penuh masyarakat, berakhir dengan hadiah yang mengecewakan?” ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Kekecewaan semakin memuncak ketika masyarakat mengingat bahwa setiap desa di Kecamatan Maesaan telah ikut berpartisipasi dalam pengumpulan dana melalui kantin. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana sebenarnya anggaran yang terkumpul dialokasikan? Publik menilai panitia tidak transparan dan tidak serius mengurus teknis hadiah yang menjadi hak para pemenang.
Terpantau, saat momen penyerahan piala, panitia maupun perwakilan pemerintah kecamatan sudah tidak berada di tempat. Situasi ini semakin mempertebal kesan buruk dan menambah sorotan negatif terhadap penyelenggaraan HUT RI tingkat kecamatan tersebut.
“Acara ini sudah berjalan lancar dan aman berkat dukungan masyarakat. Sayang sekali harus berakhir dengan kekecewaan hanya karena ulah panitia,” ujar salah satu warga.
Bahkan, kejadian ini kini viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat masyarakat. Banyak yang menilai panitia telah mencoreng semangat kebersamaan yang semestinya menjadi roh dari perayaan kemerdekaan.
Hingga berita ini diturunkan, ketua panitia belum berhasil dikonfirmasi. Namun masyarakat berharap ada penjelasan terbuka sekaligus evaluasi agar hal serupa tidak terulang pada perayaan berikutnya. (Pro)
