Tubersmedia.com, Tomohon – Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, SE., M.I.Kom menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara serta High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat C. J. Rantung, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jumat (5/12/2025) dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sulut itu menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional dan Sulawesi Utara mendapat perhatian khusus Pemerintah Pusat. Karena itu, percepatan dan ketepatan data menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan tiga fokus utama percepatan, yakni:
- Pemutakhiran dan kelengkapan data penerima manfaat baik di sekolah formal (PAUD, SD, SMP, SMA) maupun kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), serta data anak terlantar/fakir miskin.
- Kesiapan pelaksanaan dan operasionalisasi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
- Evaluasi intensif terhadap kinerja SPPG, baik SPPG aglomerasi maupun SPPG 3T.
Selain itu, dalam konteks pengendalian inflasi, rapat membahas beberapa tantangan utama, antara lain kenaikan harga komoditas rawan inflasi seperti cabai rawit dan bawang merah, ketergantungan masyarakat pada komoditas tertentu seperti daging babi (andil inflasi 4,42% jauh di atas rata-rata nasional), serta kenaikan harga angkutan udara akibat pelemahan rupiah dan meningkatnya permintaan yang turut mempengaruhi biaya logistik dan pariwisata.
Upaya yang telah dilakukan untuk menekan inflasi daerah antara lain gerakan pangan murah dan pasar murah, kolaborasi lintas sektor dalam stabilisasi harga, monitoring harga secara aktif di 15 kabupaten/kota, serta penguatan distribusi dan produksi domestik.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tomohon melaporkan perkembangan pelaksanaan Program MBG di Kota Tomohon, yaitu tidak terdapat SPPG 3T di Kota Tomohon. SPPG yang sudah berjalan berjumlah 7 SPPG melayani 19.112 siswa di 142 sekolah. Adapun SPPG dalam proses berjumlah 3 SPPG, dengan siswa yang belum terlayani sebanyak 2.399 siswa.
Terkait status SLHS (Sertifikat Layak Higienis Sekolah), terdapat 2 SPPG yang sudah menerima sertifikat, 3 SPPG masih dalam proses, dan 2 SPPG belum mengajukan.
Data kelompok B3 di Kota Tomohon terdiri atas 4.209 balita, 1.102 ibu hamil, dan 915 ibu menyusui dengan total 6.226 penerima. Sementara data anak terlantar/yatim piatu tercatat sebanyak 326 anak.
Wakil Wali Kota menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tomohon terus mempercepat pemenuhan sarana pendukung dan kelengkapan data, serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan seluruh stakeholder agar seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani maksimal.
“Kami mendukung penuh arahan Pemerintah Provinsi. Tomohon akan memastikan percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, karena ini untuk pemenuhan gizi anak-anak kita sebagai masa depan daerah dan bangsa,” ujar Wakil Wali Kota.
Rapat ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Perwakilan BI Sulut Reynold Asri, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sulut Christian Talumepa, serta Wakil Bupati/Wali Kota se-Sulawesi Utara, Irwasda Polda Sulut, dan TPID se-Sulut.
