Bitung-Tubersmedia.com
Pemerintah Kota Bitung di bawah kepemimpinan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka terus menunjukkan komitmen dalam mendorong inovasi, khususnya di bidang komunikasi dan informasi publik.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan sarana penyebarluasan informasi yang adaptif dengan perkembangan teknologi digital.Salah satu terobosan terbaru adalah hadirnya Podcast Studio Harmony yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bitung.
Studio podcast ini kini tampil dengan wajah baru serta mulai aktif sebagai ruang diskusi kreatif dan media penyampaian informasi yang menghadirkan narasumber-narasumber kredibel dari berbagai latar belakang.Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Bitung, Altin Tumengkol, menyampaikan bahwa Podcast Studio Harmony dirancang sebagai wadah komunikasi publik yang terbuka, interaktif, dan mudah diakses oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda yang akrab dengan platform digital.
“Podcast Harmony diharapkan menjadi ruang dialog yang informatif, edukatif, dan inspiratif, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Altin, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, melalui format podcast, berbagai kebijakan pemerintah daerah, program pembangunan, hingga isu-isu sosial dan budaya dapat dikemas secara ringan namun substansial, sehingga lebih mudah dipahami oleh publik.
Podcast Harmony sendiri memulai episode perdananya dengan mengangkat tema budaya, yakni Tulude, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya Nusa Utara kepada masyarakat luas.
Ke depan, Podcast Studio Harmony akan secara rutin menghadirkan berbagai topik menarik, mulai dari pembangunan daerah, pelayanan publik, ekonomi kreatif, hingga kebudayaan dan pariwisata, dengan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha.
Dengan hadirnya Podcast Studio Harmony, Pemkot Bitung berharap dapat memperkuat transparansi informasi, meningkatkan literasi publik, serta membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat di era digital.(AK/red)
