Tomohon, tubersmedia.com – Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk, S.H., bersama Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., menghadiri Workshop bertajuk Zero Waste Lifestyle for Tomohon City yang diselenggarakan di Command Center Pemerintah Kota Tomohon, Selasa (24/02/2026).
Workshop ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tomohon untuk mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah dan mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber dari UN-HABITAT, yaitu Urbant Development Expert Mr. Sovanarith Sieng dan Local Project Officer Indonesia, Ibu Mula Pralampita Nursetianti. Dalam acara ini, dibahas strategi pengelolaan sampah berkelanjutan di kota-kota ASEAN, termasuk Tomohon, melalui program ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy (ASUS) tahap II.
Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk, dalam sambutannya menjelaskan bahwa ASUS tahap II adalah kelanjutan dari fase pertama yang bertujuan untuk mempercepat implementasi urbanisasi berkelanjutan di kota-kota sekunder seperti Tomohon. “Proyek ASUS bertujuan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan mendesak, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup di kota kita,” kata Caroll.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah dan akses terhadap air bersih dan sanitasi menjadi tantangan utama di Tomohon.
“Jika tidak ditangani dengan baik, ini akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup kita,” ujarnya.
Sebagai bagian dari proyek ASUS, Tomohon akan fokus pada pengelolaan sampah, terutama sampah organik yang menjadi masalah utama dengan volume ±51,6 ton/hari, di mana 70% di antaranya adalah sampah organik. Pemerintah Kota Tomohon telah meluncurkan beberapa program seperti PPSOT (Pengolahan Sampah Organik Terpadu), Integrated Farming di Kelurahan Kakaskasen, dan Community Composting di Kelurahan Tara-Tara Raya untuk mengatasi masalah tersebut.
Selain itu, Wali Kota Caroll juga menyampaikan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah dan mewujudkan kota yang lebih hijau dan sehat.
“Kami berharap workshop ini dapat memberikan rekomendasi konkret yang bisa segera diimplementasikan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di kota Tomohon,” tambahnya.
Workshop ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Tomohon Ferdinand Mono Turang, S.Sos., Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, Jajaran Pemerintah Kota Tomohon, akademisi, peneliti, pemerhati lingkungan, praktisi pengolahan sampah dan NGO (Non Governmental Organizations)
