Tomohon, tubersmedia.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tomohon menggelar audiensi dengan DPRD Kota Tomohon pada Selasa (3/3/2026).
Pertemuan ini membahas evaluasi program periode 2020–2025 serta langkah strategis memperkuat kerajinan daerah, dengan fokus utama pada pengembangan Batik Tomohon.
Ketua Umum Dekranasda Tomohon, Jean d’Arc Senduk Karundeng, menyampaikan bahwa pengembangan Batik Tomohon kini menjadi prioritas organisasi. Batik khas daerah ini diharapkan tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin Batik Tomohon tidak hanya dikenal, tetapi dipakai dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Jean d’Arc menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalankan pelatihan membatik secara berkelanjutan. Ke depan, pelatihan akan diperluas hingga ke tingkat kelurahan guna membentuk sentra-sentra produksi sekaligus membuka peluang usaha rumahan bagi warga.
Audiensi tersebut mendapat respons positif dari DPRD Tomohon. Ketua Komisi III DPRD Tomohon, Maria H. Pijoh, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan Batik Tomohon. Menurutnya, regulasi yang kuat menjadi fondasi penting agar batik lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.
“DPRD siap mengawal regulasi, termasuk mendorong Perda Batik Tomohon agar memiliki dasar hukum yang kuat,” katanya.
Maria Pijoh menambahkan, pengembangan batik lokal tidak hanya berdampak pada sektor UMKM, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi pariwisata dan memperkuat identitas khas Kota Tomohon.
Dalam audiensi tersebut, turut hadir Sekretaris Dekranasda Jacquelin Mangulu, Bendahara Maria Pijoh (yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III), serta sejumlah koordinator bidang, yakni Julya Moningka, Habelana Lucia Goni, Harriet Marzan, Grace O. Nelwan, Yelliy Mongdong, dan Sheila Sampul.
