Bitung-Tubersmedia.com
Perubahan signifikan terjadi di tubuh Perumda Pasar Kota Bitung. Di bawah kepemimpinan direksi yang ditunjuk pemerintahan Hengky Honandar dan Randito Maringka, kinerja perusahaan daerah ini mulai menunjukkan perbaikan nyata ditandai lonjakan opini audit dari Disclaimer pada 2024 menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) di tahun 2025.
Keberadaan Perumda Pasar saat ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan dengan pengelolaan sebelumnya. Kepemimpinan tiga direksi yang dipercayakan oleh pemerintahan baru disebut telah menunjukkan komitmen perubahan yang nyata, terutama dari sisi manajemen.
Hal ini disampaikan Pemerhati Politik dan Kemasyarakatan Kota Bitung, Haji Harsono Muhammad S.Sos, saat dikonfirmasi media terkait maraknya kritik di media sosial terhadap kinerja direksi.
Menurut dosen STISIPOL Merdeka Manado tersebut, indikator keberhasilan sudah sangat jelas dan terukur. Salah satunya adalah hasil pemeriksaan Kantor Akuntan Publik (KAP) tahun 2025 yang memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Capaian ini dinilai sebagai lompatan besar, mengingat pada tahun 2024, auditor KAP yang sama justru memberikan opini Disclaimer atau tidak menyatakan pendapat, yang mengindikasikan kondisi keuangan perusahaan yang buruk dan tidak wajar.
“Publik harus realistis menilai. Perusahaan dengan status Disclaimer bisa berubah menjadi WDP hanya dalam waktu enam bulan oleh direksi baru, itu bukan perkara mudah,” ungkap Harsono.
Ia menambahkan, saat awal menjabat, kondisi Perumda Pasar masuk kategori “sakit”, dengan ketidakseimbangan pendapatan serta adanya kebocoran dalam pengelolaan.
Sebagai akademisi, Harsono mengajak publik untuk menilai kinerja Perumda Pasar secara objektif dan berbasis data. Menurutnya, hasil audit KAP merupakan penilaian final yang dilakukan oleh auditor profesional, independen, dan memiliki kredibilitas.
“Menjadi aneh jika penilaian auditor profesional disandingkan dengan opini segelintir pihak yang tidak memiliki kompetensi, apalagi hanya berdasarkan asumsi liar di media sosial tanpa data dan evaluasi yang jelas. Itu bisa menyesatkan,” tegasnya.
Dari sisi internal, Harsono menyebut perubahan manajemen sangat terasa. Berdasarkan informasi yang ia terima dari internal perusahaan, berbagai pembenahan telah dilakukan, mulai dari sistem kerja yang lebih efektif dan terukur, standar operasional yang mengacu pada regulasi, hingga peningkatan disiplin pegawai.
Selain itu, alur keuangan kini dinilai lebih akuntabel, serta adanya komitmen tegas direksi dalam memberantas praktik pungli, suap, dan gratifikasi di lingkungan perusahaan.
“Sekarang tidak ada lagi pegawai yang datang tanpa tugas. Semua sudah paham tupoksi masing-masing. Bahkan jika terbukti terlibat pungli atau gratifikasi, langsung ditindak tegas,” jelasnya.
Meski demikian, Harsono tetap mengingatkan agar direksi tidak lengah. Ia menekankan pentingnya penyetoran deviden kepada Pemerintah Kota Bitung pada akhir tahun anggaran 2026 sebagai indikator keberhasilan yang lebih sempurna.
“Kalau deviden sudah disetor, maka manajemen Perumda Pasar saat ini bisa dikatakan lengkap. Dan kritik yang bernuansa kepentingan akan dengan sendirinya meredup,” pungkasnya.
(AK)
