TUBERSMEDIA.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Vionita Kuera, dipercaya membacakan laporan hasil pelaksanaan reses Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara pada Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (09/09/2025) di Kantor DPRD Sulut.
Dalam laporannya, Vionita menjelaskan bahwa pimpinan dan anggota DPRD dari Dapil Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro, dan Talaud telah melaksanakan reses untuk meninjau langsung kondisi pembangunan dan mendengar aspirasi masyarakat secara terbuka. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada rakyat Sulawesi Utara.
Srikandi Partai Golkar tersebut menuturkan, reses kedua pada masa persidangan ketiga ini dilaksanakan sejak 30 Agustus hingga 6 September 2025. Aspirasi masyarakat yang dihimpun mencakup sejumlah sektor, antara lain infrastruktur, pendidikan, kesejahteraan sosial, serta perekonomian dan keuangan. Semua usulan tersebut diharapkan dapat dipertimbangkan dan ditampung dalam APBD Sulut Tahun Anggaran 2026.
Salah satu poin utama yang disuarakan masyarakat adalah perbaikan Jalan Lava di Kelurahan Bebali, Kecamatan Siau Timur. Jalan ini merupakan akses utama penghubung beberapa wilayah seperti Kecamatan Siau Barat, Siau Barat Utara, dan Siau Tengah menuju pusat perekonomian di Kota Ulu, Kecamatan Siau Timur.
“Jalan tersebut sangat vital karena menjadi penghubung menuju pasar dan pelabuhan. Kondisinya perlu segera diperbaiki,” ujar Ketua Bapemperda DPRD Sulut itu.
Selain itu, masyarakat juga menantikan percepatan reklamasi Pantai Paniki Ondong, yang dinilai memiliki potensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Siau Barat dan sekitarnya. Namun, medan jalan menuju pusat ekonomi tersebut sangat berat dan rawan bencana seperti longsor, banjir bandang, serta aliran material vulkanik dari Gunung Api Karangetang.
Jalan menuju Bandara Siau, baik dari arah Siau Timur maupun Siau Barat, juga menjadi perhatian karena kondisinya yang memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera.
Pada sektor pendidikan, warga Kecamatan Siau Barat Utara berharap adanya pembangunan sekolah tingkat SMA atau SMK di wilayah mereka. Selama ini, siswa harus menempuh jarak jauh menuju sekolah terdekat di Kecamatan Siau Barat atau Siau Barat Selatan.
“Orangtua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi, dan ketika cuaca ekstrem, banyak siswa tidak dapat bersekolah,” ungkap Vionita yang juga merupakan anggota Komisi IV DPRD Sulut.
Ia menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan agar anak-anak dan keluarga di wilayah kepulauan tidak merasa tertinggal.
Vionita berharap seluruh aspirasi masyarakat Kepulauan Sangihe, Sitaro, dan Talaud dapat menjadi perhatian pemerintah dan direncanakan secara terukur dalam program pembangunan provinsi.
