Bitung — Tubersmedia.com
Pemerintah Kota Bitung bergerak cepat merespons gempa bumi yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 07.05 Wita. Hingga saat ini, pemerintah memastikan belum ditemukan korban jiwa, sementara proses identifikasi terhadap kerusakan bangunan dan fasilitas umum masih terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.
Pemerintah Kota Bitung terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperoleh informasi terbaru sekaligus memastikan kondisi dan situasi di seluruh wilayah tetap terkendali pascagempa.Tim tanggap darurat telah dikerahkan ke berbagai titik untuk memeriksa kondisi wilayah terdampak, membantu warga yang membutuhkan, serta memastikan sarana umum tetap aman digunakan.Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.
Warga diminta memeriksa kondisi rumah dan lingkungan sekitar, serta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.Bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir, diminta tetap waspada terhadap kemungkinan tsunami dan segera menuju lokasi aman yang lebih tinggi apabila terdapat peringatan resmi dari pihak berwenang.
Sebagai langkah awal dalam mengurangi risiko dan memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya aparatur sipil negara, untuk memastikan kondisi keluarga masing-masing, Pemerintah Kota Bitung mengizinkan ASN pulang lebih cepat dan menerapkan sistem Work From Home (WFH).Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, mengatakan pemerintah membuka ruang pelaporan bagi masyarakat yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
“Jika terdapat kerusakan akibat gempa bumi ini, kiranya masyarakat dapat melaporkan ke pemerintah setempat,” ujar Hengky.
Pemerintah Kota Bitung juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat secara berkala.
(AK)
