TUBERSMEDIA.COM – Hari yang dinanti para pecinta sepak bola Sulawesi Utara akhirnya tiba. Besok, 5 Desember 2025, Stadion Klabat Manado akan menjadi panggung awal bagi 370 anak muda yang siap berjuang meraih mimpi bergabung dengan Persma 1960.
Euforia sudah terasa bahkan sebelum peluit seleksi berbunyi. Para pemain muda dari berbagai daerah di Sulut telah mempersiapkan diri untuk unjuk kemampuan di hadapan tim pelatih yang tahun ini diperkuat nama besar: Dirga Lasut, putra asli Manado yang telah malang melintang di klub-klub besar Indonesia.
Presiden Direktur Persma 1960, Harvani Boki, menegaskan secara keras bahwa ajang seleksi ini bersih dari titipan pemain, baik dari manajemen, tokoh tertentu, maupun pihak luar.
“Kami tegaskan kembali, tidak ada request dari siapapun untuk meloloskan pemain tertentu. Semua sepenuhnya diserahkan kepada tim pelatih,” tegas Harvani.
Ia memastikan proses seleksi ini benar-benar mengedepankan kompetensi, kualitas teknis, mental bertanding, hingga potensi jangka panjang. Menurutnya, kesempatan ini adalah pintu bagi para talenta muda Sulut untuk naik kelas dan membuktikan kemampuan mereka di level profesional.
Harvani juga mengungkapkan bahwa Persma 1960 kini berada di fase penting untuk bangkit dan melesat ke tingkat nasional. Optimisme itu tidak lepas dari dukungan penuh Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus (YSK) yang mendorong Persma menargetkan Liga 1 sebagai tujuan besar.
“Mendatangkan Dirga Lasut untuk membackup tim pelatih adalah bukti keseriusan Persma. Ini semua berkat suport dari Pak Gubernur,” jelas Harvani.
Kehadiran Dirga disebut sebagai energi baru yang memperkuat fondasi pembinaan, scouting, dan standar latihan Persma.
Coach Feryandes Rozialta: Tidak Kenal Siapapun, Seleksi 100% Fair Play
Pelatih kepala Persma 1960, Feryandes Rozialta atau akrab disapa Coach Oji, menyampaikan rasa bangganya dipercaya menangani klub kebanggaan warga Manado dan Sulut.
Dari 370 peserta yang mendaftar, ia menargetkan hanya 30 pemain terbaik yang akan dipilih.
“Saya akan menyeleksi sesuai skema yang saya miliki. Tidak ada titip-titipan. Apalagi saya bukan orang Manado, tidak ada yang saya kenal di sini. Semua murni kemampuan,” tegas Oji yang kini berusia 35 tahun.
Ia turut yakin bahwa visi besar Gubernur YSK untuk membawa Persma ke kancah nasional adalah target yang realistis dan bisa diraih dengan kerja keras, disiplin, dan proses pembinaan yang benar.
Seleksi terbuka ini bukan hanya soal mencari pemain, tetapi menjadi momentum kebangkitan sepak bola Sulawesi Utara. Dengan pembinaan yang lebih profesional, dukungan pemerintah, dan komitmen manajemen, Persma 1960 kini memasuki babak baru yang lebih serius dan penuh harapan.
Besok, mata publik akan tertuju ke Stadion Klabat. 370 mimpi akan bertarung, dan 30 terbaik akan lahir sebagai generasi baru Persma 1960.
